Perjalanan

Senja yang seharusnya belum gelap karena matahari belum saatnya kembali ke peraduannya. Namun, saya merasakan cuaca yang mendung menjadikan senja seolah tak lagi cerah. Hujan tipis menemani perjalanan saya sore itu. Sudah kedua kalinya saya memacu motor menuju sebuah klinik swasta di bilangan selatan Jakarta. Rasa kesal seolah tak mau pergi mengingat tadi pagi saya sudah berlelah-lelah datang tanpa membawa hasil dari klinik. Sejatinya pagi itu, saya akan meminta surat rujukan BPJS untuk memeriksakan telinga anak bungsu saya di sebuah RS. Tetapi tanpa saya duga, klinik tersebut ternyata buka tanpa ada dokter yang berjaga. Walhasil saya diminta kembali lagi sore harinya. Bukan sekali ini saja, kami dikecewakan dengan pelayanan klinik tersebut. Maka saya pulang dan datang kembali dengan membawa sejuta rasa marah atas kurang baiknya pelayanan kesehatan yang kami dapatkan.

Setelah mendapatkan surat rujukan, saya kembali memacu motor menuju RS swasta tempat yang biasa jadi rujukan kami. Sesampai di RS, saya menunggu antrian pendaftaran di lobby sembari kembali memeriksa berkas-berkas yang dibutuhkan. Tiba-tiba terdengar suara bening dari seorang ibu berjilbab rapi di sisi kanan saya.
“Mbak, mau rawat inap?”

“Eh, nggak Bu. Ini mau memeriksakan anak saya, sedang sakit telinganya.”
“Oh, nginap di sini?”

Saya menggeleng kuat-kuat. Tidak, jangan sampai terulang kembali kejadian bungsu saya rawat inap di RS ini seperti beberapa tahun silam.

“Tidak Bu, anak saya in syaa Allah cuma dibersihkan telinganya.”

Saya balik bertanya, “Kalau Ibu, siapa yang sakit?”

Sekilas saya melihat mendung mulai menggelayuti wajah manis ibu tersebut.

“Itu anak saya, gulanya 600.”

Sontak saya terkaget-kaget, dan melanjutkan penasaran saya, “Usianya berapa, Bu?”

“28, Mbak.”

Beliau kembali meneruskan ceritanya, “Suami saya stroke, lumpuh sudah 3 tahun ini. Sejak 2015 saya keluar masuk RS antar suami dan anak saya berobat.”

Ya Allah.. seketika hujan di luar yang tak kunjung berhenti menjadi gambaran betapa sedihnya hati ibu di samping saya ini.

“Putra Ibu berapa ya?” Saya mencoba menguatkan hati untuk melanjutkan percakapan.

“10, Mbak. Ya sudah, saya jalani saja kehidupan ini. Kalau dibawa emosi, tidak juga selesai masalahnya malah bertambah.”

Tak lama perawat datang memanggil ibu separuh baya tadi. Setelah berbincang beberapa saat, beliau dengan tenang mengemasi barang bawaannya.

“Ibu mau ke mana?”

“Anak saya dirujuk ke RS Fatmawati. Di sana supaya dapat pelayanan yang lebih maksimal“

Ibu tadi melanjutkan kembali, “Wah, anak saya yang mengantar kemari tadi sudah pulang. Saya juga tidak bawa handphone.”

Masya Allah.. saya terdiam seribu bahasa. Saya merasakan Allah sedang menyapa saya dengan sebuah teguran halus dari kisah pilu sang ibu yang sangat tegar ini. Rasanya kesulitan saya mengurus rujukan BPJS tadi sangat jauh kecil dibandingkan dengan pengalaman hidup yang baru saja saya dengar. Sungguh, dalam setahun saya berkali-kali berkunjung ke RS rasanya seperti mendapatkan ratusan kisah hikmah yang bisa memperkaya jiwa.
Alhamdulillah atas segala sapa dan teguran manis yang saya dapatkan senja itu, semoga ke depannya rasa syukur senantiasa menghunjam ke dalam lubuk hati saya.

 

Sumber gambar :
https://bisnis.tempo.co/read/1137252/bpjs-defisit-jokowi-akui-tak-mudah-urus-ribuan-rumah-sakit

(Visited 2 times, 2 visits today)

Ratih Nur'aini Lathifah

Seorang ibu rumah tangga biasa yang punya cara menumpahkan ekspresi melalui tulisan. Buku pertamanya dicetak secara indie pada tahun 2010 dengan judul "Kasih Ibu Menembus Batas". Dua tahun kemudian memenangkan lomba Mother award yang diselenggarakan oleh Adfamilia atas naskah yang ditulis dengan judul sama. Bersama temannya menghasilkan 2 buku masing-masing buku parenting dengan judul "Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik untuk Anakku" yang diterbitkan oleh Qutummedia dan buku " Serpihan Kenangan" yang diterbitkan oleh Quanta Elexmedia Computindo. Punya keinginan mencetak penulis-penulis cilik dengan mengisi Pelatihan Penulis anak-anak bersama salah seorang temannya di Sekolah Alam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.