UNBK dan Kemajuan Teknologi Pendidikan

Di awal Mei 2017 ini, tepatnya tanggal 2, 3, 4 dan 8 Mei 2017 siswa-siswi SMP se-DKI Jakarta secara serentak melakukan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) pertama sepanjang sejarah pendidikan di Indonesia. Setelah sebulan sebelumnya yaitu 3-6 April 2017 untuk UNBK SMK/MAK dan disusul tanggal 10-13 April 2017 untuk UNBK SMA/MA. Sebenarnya di tahun 2016 pun sudah mulai dilakukan UNBK, tetapi belum diwajibkan, hanya beberapa sekolah saja yang sudah memiliki syarat-syarat tertentu baik secara sarana maupun izin pelaksanaan.

Di satu sisi UNBK merupakan salah satu peningkatan teknologi pada bidang pendidikan. Tapi di sisi lain, UNBK juga bukan berarti tidak mengalami berbagai kendala. Kebetulan saya ikut dalam persiapan pelaksanaan UNBK tingkat SMP, dan di hari pelaksanaannya saya berkesempatan juga menjadi pengawas ruang di salah satu SMP Negeri di Jakarta. Tentunya bisa mengetahui secara langsung apa yang terjadi ketika pelaksanaannya di lapangan.

Secara umum, saya melihat ada beberapa kemajuan dalam bidang pendidikan yang mengarah kepada pembelajaran berbasis teknologi. Beberapa kelebihan UNBK dibandingkan dengan ujian berbasis kertas, di antaranya adalah:

Pertama, menghemat biaya. Seperti kita ketahui, ujian berbasis kertas memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari pencetakan soal dan juga pendistribusian naskah soal ke berbagai daerah.

Yang kedua, meminimalisir keterlambatan naskah soal ujian. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya, ujian berbasis kertas sempat mengalami keterlambatan dalam pendistribusian soal. Sehingga mengakibatkan ujian harus diundur.

Ketiga, meminimalisir kecurangan ujian. Ujian berbasis komputer relatif minim sekali kemungkinan anak untuk menyontek. Karena jika ujian paper based test hanya bisa membuat 2 atau 3 tipe soal yaitu paket A, B atau C, sehingga masih memungkinkan anak menyontek kepada teman yang paket soalnya sama. Sedangkan dengan UNBK, paket soal bisa dengan mudah di acak oleh sistem komputer, sehingga tiap komputer urutan soalnya tidak ada yang sama.

Keempat, lebih memudahkan siswa. Siswa akan lebih mudah dalam mengisi data-data yang harus diinput hanya dengan meng-klik, tanpa harus repot membuat bulatan dengan pensil. Begitu juga dengan mengisi jawaban-jawabannya.

Kelima, hasil ujian lebih cepat diketahui, karena setelah waktu ujian berakhir data nilai akan segera terekap ke komputer server. Buktinya hasil ujian SMA sudah bisa diumumkan kurang lebih 10 hari setelah ujian dilaksanakan.

Adapun kendala-kendala yang dihadapi selama proses persiapan ujian sampai saat UNBK berlangsung, diantaranya adalah:

Sarana dan prasarana yang minim. Sarana yang dimaksud adalah perangkat komputer yang dimiliki oleh sekolah masih sangat terbatas. Sehingga ujian harus diselenggarakan dalam beberapa sesi. Beruntung bagi siswa yang kebagian di sesi pertama, yaitu ujian pagi hari jam 7.30 masih segar dan suasana kondusif. Tapi sungguh sangat kasihan bagi siswa yang kebagian di sesi 3, ujiannya baru dimulai jam 14.00 sampai jam 16.00. Bisa jadi suasana yang sudah kurang kondusif sedikit banyaknya mempengaruhi hasil dari ujian yang dilaksanakan.

Jaringan internet yang masih kurang stabil. Di beberapa sekolah sempat terjadi ujian mundur sampai beberapa jam kemudian. Yang tadinya ujian harus dimulai jam 7.30, dikarenakan jaringan internet yang masih kurang merata sehingga ujian baru bisa dimulai jam 11.00 WIB.

Aliran listrik yang belum merata. Sama halnya dengan jaringan internet, aliran listrik juga masih menjadi kendala di beberapa tempat, terutama di pelosok-pelosok daerah terpencil.

Secara umum, saya mendukung upaya pemerintah untuk terus berbenah menuju proses pendidikan yang lebih baik. Sehingga sistem pendidikan di Indonesia tidak kalah dengan pendidikan di negara-negara maju, seperti Finlandia, Jepang, Singapura dan lain sebagainya.

Saifullah Elfatih

 

 

(Visited 207 times, 10 visits today)

Saifullah Elfatih

Saifullah Elfatih 31 tahun. Lahir di Sukabumi, saking sukanya sama bumi ia berkeinginan untuk menjelajahi bumi, hehe... Saat ini ia aktif sebagai salah seorang Fasilitator di SL (Sekolah Lanjutan) Sekolah Alam Indonesia. Ala kulli hal, cocok banget dengan keinginannya untuk menjelajah alam. Hobinya main panahan, apalagi jual alat panahan, hobi banget…. hehe… (hati-hati profil ini mengandung unsur iklan, upss..). Sedang berupaya mensinkronkan antara pendidikan bisnis dan bisnis pendidikan. Karena ia yakin bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Untuk itu, ia menamatkan studi magisternya di bidang Manajemen pendidikan. Bagi yang ingin bersilaturahim dengannya, bisa kepo-in yang berikut ini: fb: Saifullah Elfatih ig: @saifullah_elfatih

One thought on “UNBK dan Kemajuan Teknologi Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.