Terjebak Literasi

Biarlah anak-anak mempunyai mimpi-mimpi yang utuh, yang jalannya berproses penuh liku.

 

Masih ingat dengan program PT Pos yang memberikan pelayanan pengiriman gratis buku ke seluruh penjuru Indonesia setiap tanggal 17? Tujuannya untuk mendukung gerakan literasi hingga daerah terpencil. Mendukung pemerataan serta menumbuhkan kembali semangat membaca dan gerakan literasi ke seluruh Indonesia.

Sayangnya program itu tidak ada lagi. Bahkan Presiden RI kini dipetisi oleh pegiat literasi karena program kirim buku gratis yang digagasnya terhenti. Petisi itu telah ditandatangani 4.000 lebih warganet yang kebanyakan adalah para pegiat literasi.

Disinyalir selama 18 bulan, hingga Oktober 2018, PT Pos telah mengangkut secara gratis paket dari para relawan dan dermawan sebanyak 45.252 koli, yang berat totalnya hampir 289 ton, dengan total biaya angkut tersebut hampir Rp 13,5 Miliar. Ternyata, PT Pos tidak mendapat sokongan dana dari pemerintah. https://nasional.kompas.com/read/2018/11/14/07123751/program-kirim-buku-gratis-terhenti-jokowi-dipetisi-pegiat-literasi

Saya hanya menggeleng-gelengkan kepala. Diam tidak bisa berkata-kata lagi. Sedih sebenarnya. Beberapa kali mendapat kesempatan mengelilingi negeri kepulauan ini, miris melihat perkembangan pendidikan dengan literasi buku yang terbatas. Banyak tempat tidak tersedia buku pelajaran apalagi buku penunjang. Maka jangan salahkan rakyat yang tidak membaca.

Setiap pergi ke daerah terpencil, saya selalu menyempatkan membawa buku. Biasanya buku dari donatur yang saya “woro-woro” untuk acara berbagi. Lumayan untuk bahan bacaan. Setidaknya menggantikan sementara dari paparan tayangan televisi yang tidak ramah anak. Baca juga di http://www.kelaskayu.com/sagusabu-di-kundasang/ dan http://www.kelaskayu.com/3666-2/

Beragam buku akan dilalap anak-anak di daerah jika ada. Saya menyaksikan itu semua. Begitu setumpuk buku dalam kardus itu saya buka. Anak-anak berebut ingin segera membacanya. Saya terkesima melihat binar-binar matanya karena kehausan bahan bacaan. Mulai dari cerita anak, cerita rakyat, Nasional Geografi edisi lawas, majalah bekas sekelas Bobo dan Kawanku, Ensiklopedia dan banyak lagi lainnya. Semua habis dibaca anak-anak di pojok-pojok kelas atau bergerombol mengitari buku, bergantian membaca keras. Ah, pemandangan yang mengharukan. Baca juga di http://www.kelaskayu.com/kabar-dari-utara/

Sungguh saya sedih, jika program itu berhenti sampai di sini. Anak-anak sungguh membutuhkannya. Terutama di pelosok-pelosok yang tidak terjangkau oleh hiruk-pikuk kemajuan zaman. Bukan oleh siaran televisi yang banyak mewartakan kepalsuan. Sinetron tidak mendidik, memotong jalan mimpi yang picik. Baca juga di http://www.kelaskayu.com/dipeluk-angin-merdeka/ dan http://www.kelaskayu.com/ini-rubrik-saya-mana-rubrikmu/

Biarlah anak-anak mempunyai mimpi-mimpi yang utuh, yang jalannya berproses penuh liku. Biarlah mereka berusaha menggapainya dengan perjuangan yang diceritakan angin kepada hutan, yang dilihatnya dari jendela-jendela dunia. Biarlah matanya melihat lebih dalam bahwa mimpi-mimpi itu bisa jadi kenyataan.

 

Kang Yudha

(Visited 9 times, 1 visits today)

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.