Seragam Sekolah

“Itu sekolah apaan? Kok ga pake seragam?”

 Itu diantara respon masyarakat, saat kami menawarkan anak mereka bersekolah secara gratis di Sekolah Alam.

 

Sekolah selalu identik dengan seragam. Pada umumnya tiap murid pada suatu sekolah akan berseragam. Selain mengikuti kelaziman yang ada, memang sebagian besar masyarakat meyakini pentingnya berseragam bagi para murid sekolah, antara lain: dapat mengurangi kesenjangan sosial diantara siswa, dapat memberi kesan rapi dan terdidik, dapat menjadi identitas sekolah yang bersangkutan,  dapat dijadikan sarana latihan kedisiplinan, dan mungkin masih ada beberapa alasan baik lainnya.

Sekolah Alam Indonesia memang tidak mengenakan seragam sekolah yang khusus. Para murid dibiasakan mengenakan baju bebas yang dapat dipakai untuk “bermain”. Tentu saja baju tersebut tetap dalam kategori yang sopan dan pantas, tetap disesuaikan dengan situasi pembelajaran, dan menutup aurat. Tanpa mengabaikan manfaat berseragam di atas, sekolah Alam Indonesia memilih tidak berseragam bagi murid-muridnya. Bukannya tak ingin punya identitas, buka tak ingin berdisiplin, bukan tak ingin berkesan rapi dan terdidik apalagi terjadi  kesenjangan sosial.

Hanya saja dengan kegiatan yang sekitar 70% akan bearada di luar kelas yang bisa jadi bergulat dengan keringat, atau mungkin debu, tanah atau lumpur, atau mungkin dengan cat, atau mungkin kegiatan pembelajaran itu dilakukan di kebun atau mungkin di sekitar kandang atau mungkin dekat kolam dan lumpur, maka berapa seragam yang perlu disiapkan tiap murid? Mungkin lebih sederhana jika murid-murid tanpa seragam, menggunakan pakaian yang sederhana saja, boleh berkotor-kotor, dengan tetap sopan dan menutup auratnya. Nanti pada saatnya, jika ingin beribadah, atau bersiap untuk pulang,  merekaakan membersihkan diri dan  boleh mengganti baju dengan yang bersih.  Berarti murid-murid akan membawa baju lebih dari satu, dan itu bukan seragam.

(Visited 65 times, 3 visits today)

Novi

Bergabung di komunitas Sekolah Alam Indonesia sebagai guru sejak tahun 2001. Mendidik telah menjadi pilihan sadar sejak kuliah di jurusan Geo Fisika, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Indonesia. Sering mengekspresikan gagasannya melalui tulisan singkat di masa kuliah melalui Mading, Buletin dan majalah kampus serta social media. Pernah menyusun Buku Super Mentoring, Guru Cinta dan menjadi editor di dalam Buku Character Building (Membangun Jiwa Karakter Kepemimpinan Anak. Selain itu kerap juga membuat lagu untuk pendidikan bagi anak. Terlibat dalam penyusunan tiga album lagu untuk anak bersama Green Voices Sekolah Alam Indonesia.

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Novi

Bergabung di komunitas Sekolah Alam Indonesia sebagai guru sejak tahun 2001. Mendidik telah menjadi pilihan sadar sejak kuliah di jurusan Geo Fisika, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Indonesia. Sering mengekspresikan gagasannya melalui tulisan singkat di masa kuliah melalui Mading, Buletin dan majalah kampus serta social media. Pernah menyusun Buku Super Mentoring, Guru Cinta dan menjadi editor di dalam Buku Character Building (Membangun Jiwa Karakter Kepemimpinan Anak. Selain itu kerap juga membuat lagu untuk pendidikan bagi anak. Terlibat dalam penyusunan tiga album lagu untuk anak bersama Green Voices Sekolah Alam Indonesia.

Leave a Reply