Semerbak Wangi Sejinak Merpati

Siapa yang tidak kenal dengan Ismail Marzuki seorang pencipta lagu-lagu hebat yang pernah dimiliki Indonesia. Anak kelahiran Kwitang, Senen, yang memiliki bakat seni luar biasa. Sulit dicari bandingannya.

Satu lagu yang menggugah saya tentang “wanita”. Terhenyak dengan liriknya, “Seindah warna semungil melati. Dikau cemerlang wanita. Semerbak wangi sejinak merpati. Dikau senandung di cita. Gerak gayamu ringan. Memikat hati muda taruna. Mekar bersinar menyilaukan mata. Halus wanita bak sutra dewangga. Senyummu meruntuhkan mahkota.”

Begitulah wanita dipandang dunia. Dipuja dan diagungkan. Tidak bisa dipungkiri beratus bahkan beribu syair dan lirik lagu berbicara tentang wanita.

Islam bukan saja mengagungkan wanita bahkan memuliakannya. Al Jamil, Yang Maha Indah memberi tips kepada para wanita untuk menjaga dirinya. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” QS An Nuur: 31.

Maka, pantaslah seorang wanita sholehah mendapat kehormatan tiga kali dibanding para pria ketika merujuk pada hadist riwayat Bukhari dan Muslim,
“Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.”

Kang Yudha

(Visited 54 times, 10 visits today)

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

4 thoughts on “Semerbak Wangi Sejinak Merpati

  • November 15, 2018 at 07:49
    Permalink

    Oh gitu persepsinya ya.

    Reply
    • November 15, 2018 at 16:17
      Permalink

      Ya kira-kira begitu. Hehehe

      Reply
  • December 13, 2018 at 09:22
    Permalink

    Kayak judul novel jaman kita muda ya Pak Yudha 🙂

    Reply
    • December 13, 2018 at 14:09
      Permalink

      Aktornya Rano Karno dan siapa gitu. Lupa. Hehehe

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.