Selaras Ilmu Kehidupan

Langit, bulan, dan bintang tiada pernah jemu hadir menyapa hari-hari penghuni bumi. Bahkan, kemuning senja sore selalu datang untuk melukis sebuah bentang asa. Mengukir setiap pena yang menari di atas selembar kanvas putih. Putih. Satu kata namun mempunyai rangkaian arti berjuta makna. Memaknai tentang ilmu hidup yang kerap singgah di langit Sekolah Alam Indonesia.

Teriring rintikkan dari langit siang itu, tepatnya di hari Senin, Cassava Class (siswa ISTC level Advance) sedang belajar memasak sesuai dengan resep yang dipilihnya. Memasak, satu kegiatan dari beberapa  kegiatan minat bakat yang ada di sekolah. Dan tugas fasilitator disini untuk menggali minat yang ada pada diri anak.

“Bu guru, suatu hari nanti aku ingin menjadi chef,” Tsabita dengan antusias menceritakan tentang cita-citanya.

“Kalau aku ingin jadi desainer, bu,” tiba-tiba Rania pun berceloteh tentang impian masa depannya setelah lulus dari Sekolah Alam Indonesia ini.

Si ganteng Abdul, sangat menyukai kegiatan pertukangan, bahkan ia mampu menyebutkan jenis-jenis alat pertukangan tersebut.

Maa Syaa Allah… Sepenggal cerita hangat dengan dua gadis remaja cantik dan seorang remaja tampan ini membuat rasaku melangit. Mengaminkan ucapan yang keluar dari lubuk terdalam. Bagaimana tidak, mereka adalah anak-anak yang mempunyai kekhususan yang Allah berikan padanya dan mampu mengungkapkan impian mulianya.

LIFE SKILL adalah salah satu kegiatan yang dibumikan di sekolah ini untuk menyelaraskan ilmu kehidupan. Seiring dengan dinamisnya kehidupan yang harus dihadapi, tentulah hal ini sangat penting untuk membangun sebuah kemandirian, termasuk dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Berkebun, berternak, belajar pertukangan, menjahit, dan memasak adalah kegiatan-kegiatan yang telah terkemas di dalam kurikulum ISTC Sekolah Alam Indonesia.

Dalam mengasah skill pada anak-anak ini membutuhkan sebuah kedisiplinan, konsistensi, dan ritme yang senada. Tentulah hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi CINTA yang TULUS In Syaa Allah akan menuai kebaikan yang ditanam kepada anak-anak dengan naungan CINTA-NYA.

Mewarna bagai pelangi yang menghias langit dikala airnya bersembunyi kembali ke balik awan. Wajahnya memancarkan kelembutan tanpa titik noda dosa dan senyuman itu sangat teduh bagai telaga yang selalu mengalir menghilangkan dahaga.

 

 

 

 

 

(Visited 40 times, 5 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply