Saya dan Komunitas

‘Ngomongin” komunitas tidak ada habis-habisnya. Saya termasuk yang terprovokasi di dalamnya. Betapa melenakan topik “komunitas” di pikiran saya. Hingga saat ini. Hampir dua puluh tahun bergelut di sebuah komunitas sekolah. Lima belas tahun bergelut di komunitas pertanian. Keduanya seperti siang malam. Saling melengkapi. Bisa jadi karena lantaran background pendidikan saya di pertanian dan pekerjaan saya di bidang pendidikan. Keduanya telah menjerat saya tanpa terasa bertahun-tahun berjalan.

Kalau menilik pemahaman https://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas, bahwa komunitas adalah kelompok sosial yang umumnya memiliki kesamaan ketertarikan. Ada maksud, kepercayaan, harapan. Ada sumber daya dan kebutuhan. Kalau mengacu pada asal bahasanya berasal dari bahas Latin, communitas yang berarti kesamaan. Tentunya karena kesamaan itulah yang membuat manusia berkelompok.

Kembali kepada cerita saya yang terprovokasi dengan komunitas yang telah membuat saya menua di dalamnya. Alhamdulillahnya saya menggeluti serpihan-serpihannya. Kenapa demikian? Mungkin karena banyak belajar. Khususnya di bidang pendidikan yang sebenarnya sangat asing waktu pertama menginjakkan kaki di sebuah sekolah yang tidak biasa. Pasti ada yang penasaran sekolah jenis apa itu. Saya juga baru “ngeh” kalau ada jenis sekolah komunitas dan saya sebagai anggotanya. My God. Telah begitu banyak kesempatan berkembang buat saya. Sekali lagi kesempatan belajar sepanjang hayat. Menemukan hal-hal baru bersama anak-anak dan melewatinya. Seperti air yang mengalir dari tebing-tebing tinggi ke lembah-lembah di pegunungan.

Dulu bertahun lalu, saya cuma dipahamkan dengan eksplorasi diri dan anak. Terbayang sudah masa kecil saya dan itu menjadi panduan terbesar untuk berjalan menapakinya. Ada stres? Ya pastinya, namanya juga hidup. Ada tekanan? Tidak bisa dipungkiri, minimal menekan diri sendiri untuk meraih harapan. Ada kesalahankah? Tidak bisa tidak diakui karena saya buta pendidikan untuk anak. Ada kekurangan? Tentu banyak sekali. Namun, semua itu ada penyemangatnya.

Salah satunya adalah kebebasan eksplorasi yang membuat waktu hampir dua puluh tahun terasa baru kemarin dilalui. Di hadapan cermin saya tersadar kalau rambut ini telah memutih. Walau digayakan kekinian tetap putih. Ah ternyata Allah berikan kesenangan yang tidak bernilai itu dengan nama sekolah komunitas.

(Visited 24 times, 2 visits today)
Yudha Kurniawan

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Yudha Kurniawan

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply