Saksi Bisu

Amanah Kepemimpinan adalah amanah melayani ummat. Namun ketika ada sebuah harapan begitu besar, apakah kemudian kepemimpinan itu hanya untuk menyenangkan hati banyak orang dan memenuhi harapan setiap insan, dan bahkan melupakan hakikat sebenarnya dalam memimpin?

Ketika sebuah kebenaran kadang menyakitkan banyak orang, dan ketidakjujuran terkadang menyenangkan hati banyak manusia. Maka dimanakah hakikatnya letak kemaslahatan itu?

Apakah semua perlu ditunjukan agar hidup menjadi tenang? Tak usahlah hiraukan ada atau tak ada orang yang melihat. Penilaian seseorang tidak bisa menjadi patokan nilai ukur baik tidaknya dalam kepemimpinan.

Kursi saksi di pengadilan dunia akan dengan sangat mudah tanpa ragu diisi oleh pendusta untuk berdusta. Tapi PengadilanNya oleh Sang Maha Hakim yang sekaligus juga menjadi Saksi Utama, akan memberikan kesaksian tanpa sedikitpun tabir yang menutupi.

Cukuplah Allah yang menjadi barometer setiap langkah yang sudah ditetapkan dan diputuskan. Karena akan terlalu melelahkan dan meresahkan jiwa memenuhi harapan setiap manusia. Cukuplah menjadikanNya sebagai saksi utama.

Maka luruskan niat, jalankanlah peran masing-masing dengan saling melengkapi, dan kemudian berhati-hatilah mengambil langkah, karena Dia senantiasa menyaksikan.

 

(Visited 43 times, 2 visits today)

One thought on “Saksi Bisu

  • Kang Yudha
    May 29, 2017 at 21:18
    Permalink

    Ok. Jangan lupa lain kali minimal 250 kata ya.

    Reply

Leave a Reply