Sajak Kerinduan Di Gerbong Sekolah

Salam sejahtera sahabat pena. Puisi ini mampu terangkai indah karena kerinduan yang semakin membuncah pada murid-muridku. Puisi ini kupersembahkan teruntuk yang kusayang karena Allah.

Anakku…
Pagi ini aku di sini.
Memandang saung kelas berjendela raksasa tanpa tirai.
Wajahmu tersenyum menyapaku.
Guruuu….teriakanmu.
Oh, itu hanya ilusi.
Ilusi kerinduan yang terus berirama.
Rindu?
Ternyata benar aku tulus merindumu
Ternyata jujur aku berharap jumpa denganmu.
Mungkinkah benih yang kau tanam di selembar daun hati mulai tumbuh?
Sepertinya tawa tulusmu mulai mewangi di sini. Benarkah?
Ya! Tentu saja benar.
Benih yang kau tanam kini tumbuh subur, terpatri.
Semerbak menjelajah aliran darahku.

Anakku,
Siang ini aku masih di sini.
Tapi, bukan untuk memandang saung kelas tanpa tirai itu.
Retinaku menilik sebuah masjid dari balik jendela kaca
Merupa wujudmu sedang bersujud
Ya! Itu kamu sedang shalat.
Oh, tidaaak…
Ini hanya anganku, gelebahku yang semakin tersekap dalam bayang.

Anakku…
Maafkan gurumu ini.
Maafkan harus kembali ke rumah bersama lembayung jingga.
Karena, kabar malam telah menungguku.

Anakku,
Tahukah kamu berita yang dibawa langit malam itu?
Si rembulan selalu setia membawa paras cantikmu.
Dan si gemintang tak jemu membawa senyum tampanmu yang kian mengadu.
Itu jawabnya.

Anakku,
Syahdu seruan azan telah berkumandang indah.
Sejuk! Sesejuk air wudhu yang membasuh tubuh tuk tunaikan subuh.
Sebening embun harapan yang akan terkucur.

Maujudkah…?
Tentu saja nyata!

Mentari pagi ini menyatukan langkahmu dengan langkahku.
Punggung tanganku dengan mesra kau kecup.
Bahkan ragamu pun telah ku dekap.
Serta sekuntum senyumanmu hangatkan jiwaku.
Selamanya, terukir dalam selembar daun hatiku.

Selamat datang anakku…
Selamat belajar dengan kasih sayang Allah yang tersebar.
Di langit Sekolah Alam Indonesia.

(Visited 33 times, 2 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply