Pusing atau Mual? Bagian 1

“Bu, tepar lagi nih,” kalimat itu meluncur begitu pak Ilham sampai di sekolah dan melihat diriku.

Aku segera berjalan menghampiri mobil. Mas Hamzah tergolek tak berdaya di bangku tengah mobil. Sekujur tubuhnya basah dengan peluh, mukanya pucat pasi, sementara matanya terpejam erat. Rupanya sepanjang perjalan pulang outing mas Hamzah muntah beberapa kali. Kusentuh tangan mas Hamzah, hmm dingin seperti air es. Saat kuangkat tubuh mas Hamzah dalam gendonganku, tubuhnya seperti tidak bertulang, pasrah layaknya boneka kain yang terserah mau diapakan.

Sebenarnya apa yang terjadi? Bukan sekedar muntah saja sebenarnya yang terjadi. Rasa mual, muntah terjadi karena ada salah satu indera kita yang kurang terstimulasi dengan baik. Apa itu? Sistem vestibular. Salah satu bagian dari sistem indera kita yang tidak pernah dibahas sepanjang kita di bangku sekolah.

Sistem vestibular berfungsi untuk menjaga keseimbangan posisi dan gerak tubuh serta terkait dengan gravitasi  saat tubuh tidak bergerak atau bergerak. Sistem vestibular ini terletak di telinga dalam. Sistem vestibular mendeteksi posisi relatif kepala terhadap gravitasi serta kecepatan dan arah gerakan kepala serta menghasilkan sinyal saraf.

Saya termasuk yang sistem vestibularnya kurang terstimulasi. Saya  baru menyadarinya saat mempelajari hal ini. Apa gejala yang ada pada saya? Saya selalu merasa pusing dan mual saat melalui jalan yang berkelok-kelok,  saya merasa tidak nyaman saat main ayunan atau turun dari perosotan. Walhasil saat murid KB saya minta dipangku saat main perosotan, saya perlu mengumpulkan segenap keberanian saya untuk melakukannya.

Setelah saya melakukan observasi kecil-kecilan terhadap anak-anak di sekolah, ada juga beberapa anak yang mengalami gangguan sistem vestibular. Apakah bisa mengganggu proses belajar anak? Bisa, sangat bisa. Yuk kita lihat perilaku yang bisa jadi mengindikasikan sistem vestibular tidak berfungsi dengan baik.

Pertama kita bisa lihat dari postur tubuh. Apa yang bisa terlihat dari postur tubuh? Yuk kita amati, kita perhatikan, apakah ada murid atau anak kita di rumah yang sering kali menunjukkan hal di bawah ini.

1.      Duduk merosot alias tidak bisa tegak duduknya

2.      Meletakkan kepala di meja, bukan karena malas tapi posisi paling nyaman adalah seperti ini

3.      Duduk di kursi dengan bertumpu pada 2 kaki belakang kursi saja, seperti menjungkit

4.      Menyandar pada perabot atau dinding, kalau istilah sekarang “seperti tidak punya tulang”, selalu mencari tempat bersandar

5.      Jatuh dari kursi, tanpa ada sebab khusus, tiba-tiba terjatuh dari kursi

 Kedua bisa kita lihat dari gerakan. Bisa kita perhatikan hal-hal berikut ini.

1.      Terus menerus bergerak atau jarang bergerak, anak ini akan banyak bergerak seperti hiperaktif atau diam cenderung tidak banyak melakukan gerakan

2.      Sering menabrak sesuatu

3.      Kesulitan untuk duduk tenang

4.      Secara umum sering terilhat kikuk dan sering terjatuh

5.      Kesulitan berdiri di atas satu kaki atau berjalan di papan titian

6.      Kesulitan menilai jarak sosial yang wajar

7.      Kesulitan dalam menulis, membutuhkan waktu cukup lama untuk menulis

Ciri-ciri berikut dan solusinya bisa dibaca pada bagian kedua yaaa

(Visited 128 times, 22 visits today)
Dian Arifianti

Dian Arifianti

Lebih dikenal dengan nama Pipin. Bergabung di SAI mulai Desember 1998. Membaca, membuat goresan pada kertas serta traveling kegiatan yang senang dilakukan. Mpek-mpek, coklat dan es krim jadi makanan yang disukai. Mengajar dan belajar banyak hal menjadi hobby yang mengasyikan. Menikmati puisi, musik, lukisan tapi hanya sekedar jadi penikmat karena tidak bisa membuatnya. Setelah guru kelas, litbang, hampir 5 tahun ini dapat amanah menjadi Project Manajer SAI cabang Cibinong. Salah satu penulis di buku SAI, Berjuta Bintang di Langit Sekolahku, Sekolah yang Membebaskan dan Karakter Building. Ingin punya buku sendiri supaya ada yang bisa diwariskan dan jalan-jalan dari menulis buku.⁠⁠⁠⁠

More Posts

Dian Arifianti

Dian Arifianti

Lebih dikenal dengan nama Pipin. Bergabung di SAI mulai Desember 1998. Membaca, membuat goresan pada kertas serta traveling kegiatan yang senang dilakukan. Mpek-mpek, coklat dan es krim jadi makanan yang disukai. Mengajar dan belajar banyak hal menjadi hobby yang mengasyikan. Menikmati puisi, musik, lukisan tapi hanya sekedar jadi penikmat karena tidak bisa membuatnya. Setelah guru kelas, litbang, hampir 5 tahun ini dapat amanah menjadi Project Manajer SAI cabang Cibinong. Salah satu penulis di buku SAI, Berjuta Bintang di Langit Sekolahku, Sekolah yang Membebaskan dan Karakter Building. Ingin punya buku sendiri supaya ada yang bisa diwariskan dan jalan-jalan dari menulis buku.⁠⁠⁠⁠

Leave a Reply