Puisiku

Sungai mengalirkan airnya ke laut

Membawa semua yang didapat

Kotor, basah, dan coklat

Manusia oh manusia bodoh

Mengapa kau bertindak ceroboh

Membuat sungai sekarat

Tidak perdulikan sehat

Tidak lagi bersahabat

 

Membuat puisi bisa sederhana bisa juga sangat serius. Puisi mengandung tema, permainan kata, dan juga membangun susana yang kuat. Intinya antusias karena ada nilai yang diperjuangkan. Harapan yang ingin diperoleh dengan kata-kata yang sesuai. Baik berima ataupun tidak.

Sebelum membuat puisi, bisa menentukan atau memilih tema. Tema berguna untuk memudahkan penulis memahami puisi. Tema akan mentransfer perasaan, pikiran, ataupun harapan penulis. Tema yang kuat akan memudahkan pesannya ditangkap pembaca. Demikian pula pemilihan kata juga sangat penting. Semakin banyak kosa kata yang dimiliki seorang penulis semakin banyak pilihan kata yang bisa dipergunakan. Semakin sering anak-anak membaca maka semakin kaya akan kosa kata.

Membuat puisi artinya juga membangun suasana.   Apakah akan membangun susana romantis, sedih, bahagia, riang, syahdu, semangat, lucu, dan banyak lagi lainnya. Tergantung penulisnya. Tergantung suasana hatinya.

Mengajak anak-anak duduk-duduk di pinggir sungai. Menyiapkan kertas dan alat tulisnya. Melihat lebih dalam apa yang ada di sungai. Bertanya apa gerangan yang terjadi di sana?   Mencoba menjawabnya sendiri dalam kata-kata yang terangkai menjadi puisi. Menjawab dengan segala informasi yang diketahui dan suasana hatinya saat itu.

Anak-anak membuat puisi sederhana. Bahasa sederhana. Kosa kata sederhana. Pemahaman sederhana. Hasilnya luar biasa. Membiarkan mereka bangga. Karyanya dihargai.

Intinya setiap anak mampu membuat puisi.

(Visited 50 times, 3 visits today)
Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply