Puisi untuk-Mu Sang Pemilik Langit

Puisi ini tercipta memuji keindahan kepada Sang Maha Pencipta Langit. Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.

Wahai Sang Pencipta langit.
Sungguh indah cara-Mu mencipta.
Kau cipta berlapis-lapis hingga tujuh langit.

Duhai Pemilik langit.
Kau cucurkan air suci-Mu untuk membasah.
Kau curahkan keberkahan disetiap tetes air yang jatuh.
Kau kabulkan segala pinta dalam alunan doa disetiap tetesannya.

Duhai Sang Pencipta ​Keindahan​.
Biarkan tinta ini mengumpulkan aksara bersama rintik hujan di kala senja.
Aksara tentang sebuah rasa agar menjadi asa.
Rasa yang membuncah dalam jiwa.
Yaitu sebuah cita dalam cinta.

Wahai air langit yang mengucur.
Sampaikan citaku pada-Nya agar terkucur.
Citaku tumbuh karena cinta Sang Pemilik Langit yang terpancar.
Cinta? Ya! Cinta dari-Nya yang selalu terpancar mengucur.

Dalam peluk jemariku.
Kurangkai untaian doa kepada-Mu Robbiku.
Doa yang kurangkai dengan bingkai qalbu.
Bersama gemericik air suci dari langit-Mu.

Lihat! Lihatlah barisan puisiku ini.
Puisi yang menyimpan berjuta mimpi.
Mimpi yang selalu kutancap dengan jemari.
Jemari yang setiap saat ku tengadahkan kepada Ilahi Rabbi.

Di bawah basuhan air suci-Mu.
Ijinkan kubasuh segala dahaga jiwa.
Ijinkan setetes air-Mu membasuh keimananku.
Agar ketentraman dan keridhoan-Mu kugapai dengan terang.

Seterang pendar bintang bintang di langit gulita.
Seindah lembayung senja yang selalu bernada.
Dan secantik pelangi menghias langit dikala hujan reda.
Kan kutitip sebuah rasa pada cakrawala yang terbentang di angkasa.

Duhai Sang Penghias Angksa.
Betapa Maha Agungnya Engkau.
Langit-Mu yang membiru, sebiru hatiku memandang-Mu.
Tiada henti sujud syukurku terpanjatkan atas kurnia yang membentang di sana.

Allah, kubentangkan sajadah ini di bawah langit.
Ku bersujud pada-Mu di bawah luasnya langit.
Seluas dan selapang jiwa yang selalu terbasuh.
Dan selalu membuatku terpana menghayati segala cipta.

(Visited 265 times, 29 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply