Pemimpi(n)?

Menjadi pemimpin yang baik berarti siap menjadi pemerhati, pendengar, dan pelayan yang baik. Tak mudah menjadi pemerhati dan pendengar yang baik. Selain harus memiliki penglihatan dan pendengaran yang baik, mesti ditambah dengan kepekaan diri yang baik pula.  Mungkin masih banyak dari kita yang merasa diri dapat melihat dan mendengar, namun sesungguhnya buta hati dan tuli perasaannya.

Teringat sebuah nasihat dari sebaik-baiknya pemberi nasihat, Rasulullah SAW. yang mulia, bahwa tiap-tiap kita adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawabannya terhadap apa yang dipimpinnya. Apakah selama ini kita sudah menjadi pemimpin yang baik? Bagaimana keadaan setiap orang yang kita pimpin? Sudahkah kita memberikan pelayanan yang terbaik terhadap siapa saja yang kita pimpin?

Belajar menjadi pemimpin bisa dilakukan dengan memimpin (menggembala) domba atau kambing. Para nabi dan rasul sudah merasakannya lebih dahulu, diikuti pula oleh sahabat-sahabatnya. Apakah sama memimpin manusia dibandingkan dengan hewan ternak? Pastilah berbeda, tetapi ada beberapa sifat dasar dari manusia yang mirip dengan hewan. Bukan bermaksud menyamakan, melainkan hanya mengambil analogi yang bisa kita pelajari untuk menjadi seorang pemimpin.

Tabiat dan perilaku setiap hewan gembala selalu berbeda, kemampuan dan kekuatannya pun berbeda. Ada yang sulit diatur, memberi perlawanan ketika digiring, bahkan tidak mau diberi makan sama sekali. Ada juga yang lemah fisiknya, tak bisa berjalan jauh atau menaiki bukit yang agak tinggi demi memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya. Terkadang terdapat pula hewan yang punya kemampuan berpikir (jika boleh dibilang berakal), walaupun itu adalah hasil insting atau naluri alaminya sehingga maksud dan tujuannya berbeda dengan yang kita harapkan.

Dengan beberapa perbedaan tersebut, memberikan kita pilihan untuk mengambil keputusan yang terbaik. Jadilah pemimpin yang bisa memahami karakter anggotanya, mendengarkan perasaannya. Dapat berbuat adil atas siapa saja yang telah menjalani tugasnya dengan baik. Bersikap tegas terhadap apa yang menyimpang atau menyelisihi aturan, namun mampu melayani dan menyantuni kepada yang lemah dan membutuhkan bimbingan. Selamat memimpin!

(Visited 22 times, 14 visits today)
Dwi Nanta Priharto

Dwi N. Priharto

Masih berusaha membenahi jiwa dan raga, membangun manfaat pribadi kepada semesta. Pernah kuliah di Lombok, NTB dalam jangka waktu maksimal (7,5 tahun) karena sambil bermain bersama anak-anak, remaja, dan orang dewasa sebagai fasilitator lembaga outdoor/pengembangan diri yang didirikan bersama teman-temannya. Saat ini mengajar di salah satu sekolah yang kegiatannya tak jauh berbeda dengan 'sambilan' waktu kuliah, yaitu di Sekolah Alam Indonesia.

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Dwi Nanta Priharto

Dwi N. Priharto

Masih berusaha membenahi jiwa dan raga, membangun manfaat pribadi kepada semesta. Pernah kuliah di Lombok, NTB dalam jangka waktu maksimal (7,5 tahun) karena sambil bermain bersama anak-anak, remaja, dan orang dewasa sebagai fasilitator lembaga outdoor/pengembangan diri yang didirikan bersama teman-temannya. Saat ini mengajar di salah satu sekolah yang kegiatannya tak jauh berbeda dengan 'sambilan' waktu kuliah, yaitu di Sekolah Alam Indonesia.

Leave a Reply