Morning Talk, Morning Pray and Breakfast

Awalilah harimu dengan senyuman, itulah kalimat yang sering kita dapatkan, ketika mentari mulai tampak di hadapan. Akan tetapi mengawali pagi hanya dengan senyuman saja tidaklah cukup, jika hati dan pikiran kita masih tertutup.

Pagi hari memang saat yang paling efektif untuk kita mempersiapkan berbagai hal. Suasana hari yang dilalui, tergantung bagaimana kita memulai pagi. Sebagai seorang pendidik, saya setiap hari menyaksikan bagaimana wajah-wajah anak didik saya ketika pagi tiba di sekolah. Ada beberapa yang berwajah ceria, tapi tidak sedikit kadang berwajah murung. Ketika siswa berwajah murung saya tanya, pasti ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman sejak dari rumahnya.

Setidaknya, ada 3 aktivitas pagi yang jika dilalui dengan baik, maka akan mempengaruhi semangat menjalani hari. Yaitu Morning Talk, Morning Pray dan Breakfast.

Morning Talk
Morning talk adalah pembicaraan di pagi hari. Baik pembicaraan di rumah dengan keluarga (ayah dan ibu), maupun di sekolah dengan guru. Inilah yang kami lakukan setiap hari di sekolah kami, Sekolah Alam Indonesia. Mulai dari level KB (kelompok bermain), TK, SD, SL (sekolah lanjutan) sampai SAI BLESS (level SMA), rutin setiap pagi diadakan morning talk.

Tema yang diangkat biasanya tema yang membangkitkan motivasi. Bisa berupa kisah sukses pengusaha, kisah para sahabat Nabi, bisa tentang cita-cita dan berbagai macam profesi, atau bisa juga menyampaikan info-info terkini yang sedang hangat diperbincangkan banyak orang. Yang menyampaikan bisa dari guru, atau bahkan bisa dari siswa sendiri secara bergiliran. Selain untuk meningkatkan motivasi dan menambah wawasan, morning talk juga melatih siswa untuk berani berbicara di depan umum. Setelah cerita dipaparkan, maka siswa akan diminta untuk mengambil ibrah atau hikmah dari kisah tersebut.

Kami berharap, ini jugalah yang dilakukan oleh para orang tua di rumah. Sebagai penguatan fikriyah agar anak-anak bisa lebih termotivasi dan siap menghadapi hari dengan penuh semangat.

Morning Pray
Sebagaimana kita mengawali hari berkomunikasi dengan manusia. Yang jauh lebih penting sebenarnya adalah awali hari berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Do’a dan dzikir di pagi hari sebagai penguatan ruhiyah, termasuk di dalamnya adalah melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Di sekolah, kami selalu membuka kelas dengan membaca dzikir pagi bersama-sama. Yang kami baca adalah dzikir Al-Ma’tsurat Sugra, mulai dari Al-Fatihah sampai do’a rabithah. Karena dengan membaca Al-Ma’tsurat banyak sekali keutamaan yang bisa kita dapatkan. Salah satunya adalah Allah akan lindungi kita dari keburukan di hari itu. Begitu juga ketika kita membacanya di sore hari, maka Allah akan lindungi kita sepanjang malam sampai pagi menjelang.

Breakfast
Selain pengutan ruhiyah dan fikriyah, kita juga perlu penguatan yang ketiga, yaitu penguatan jasadiyah. Salah satunya adalah dengan menjaga pola makan yang sehat dan juga halal.

Breakfast atau sarapan adalah salah satu elemen penting yang akan menentukan bagaimana sehari ke depan yang akan kita lalui. Banyak orang yang memilih melewatkan sarapan karena berdalih tak punya waktu. Padahal, sarapan memiliki banyak manfaat penting bagi tubuh. Salah satunya, sarapan membantu meningkatkan daya konsentrasi dalam bekerja dan belajar. Untuk itu sebaiknya kita selalu memperhatikan sarapan apa yang terbaik bagi anak-anak kita.

Bahkan ketika di bulan Ramadhan pun, Rasulullah sangat memperhatikan terkait makan pagi, yaitu pada saat sahur. Itu sebabnya kenapa kita disunahkan untuk mengakhirkan sahur, sampai menjelang waktu imsak tiba. Jawabannya tidak lain adalah agar ketika pagi sampai sore hari, kita masih kuat dan tahan dalam menjalankan ibadah puasa.

Demikian tiga elemen penting yang harus kita perhatikan di pagi hari. Terutama untuk anak-anak kita, yang kita harapkan mereka akan tumbuh menjadi jiwa-jiwa yang penuh semangat. Semoga kelak akan menjadi orang-orang yang hebat.

Salam inspirasi,
Saifullah Elfatih

(Visited 98 times, 8 visits today)
Asep Saefullah

Saifullah Elfatih

Saifullah Elfatih 31 tahun. Lahir di Sukabumi, saking sukanya sama bumi ia berkeinginan untuk menjelajahi bumi, hehe... Saat ini ia aktif sebagai salah seorang Fasilitator di SL (Sekolah Lanjutan) Sekolah Alam Indonesia. Ala kulli hal, cocok banget dengan keinginannya untuk menjelajah alam. Hobinya main panahan, apalagi jual alat panahan, hobi banget…. hehe… (hati-hati profil ini mengandung unsur iklan, upss..). Sedang berupaya mensinkronkan antara pendidikan bisnis dan bisnis pendidikan. Karena ia yakin bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Untuk itu, ia menamatkan studi magisternya di bidang Manajemen pendidikan. Bagi yang ingin bersilaturahim dengannya, bisa kepo-in yang berikut ini: fb: Saifullah Elfatih ig: @saifullah_elfatih

More Posts

Follow Me:
Facebook

Asep Saefullah

Saifullah Elfatih

Saifullah Elfatih 31 tahun. Lahir di Sukabumi, saking sukanya sama bumi ia berkeinginan untuk menjelajahi bumi, hehe... Saat ini ia aktif sebagai salah seorang Fasilitator di SL (Sekolah Lanjutan) Sekolah Alam Indonesia. Ala kulli hal, cocok banget dengan keinginannya untuk menjelajah alam. Hobinya main panahan, apalagi jual alat panahan, hobi banget…. hehe… (hati-hati profil ini mengandung unsur iklan, upss..). Sedang berupaya mensinkronkan antara pendidikan bisnis dan bisnis pendidikan. Karena ia yakin bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Untuk itu, ia menamatkan studi magisternya di bidang Manajemen pendidikan. Bagi yang ingin bersilaturahim dengannya, bisa kepo-in yang berikut ini: fb: Saifullah Elfatih ig: @saifullah_elfatih

Leave a Reply