Merantau Yuk…

Merantaulah,
Orang yang beradab dan berilmu tidak diam beristirahat di kampung halaman
-Imam Syafi’i-

Nasihat Imam syafi’i sangat sarat dengan makna. Pertama kali membaca nasihat ini, saya belum bisa memahami apa hubungan antara merantau dengan orang beradab dan berilmu. Pertama kali merasakan jauh dari rumah adalah ketika kuliah di IPB namun karena masih di tatar Jawa Barat, maka belum terlalu terasa perbedaannya.

Mulailah saya diberikan kesempatan Allah  untuk berkunjung ke luar negeri. Pada saat itu tahun 2013, saya mengunjungi Singapura dan Malaysia. Mulai terasa bedanya, multi etnis, perbedaan bahasa, budaya, aturan membuat kita harus menyesuaikan diri dengan sekitar. Meskipun Singapura dan Malaysia berbeda negara dengan Indonesia tapi kita masih serumpun dengannya sehingga masih banyak persamaan yang mempermudah proses adaptasi tersebut.

Ternyata kesempatan yang Allah berikan untuk melihat belahan bumi yang lain tak berhenti sampai di sana. Allah juga mengizinkan saya untuk melihat Jepang, Amerika dan Eropa yang Subbhanallah sangat berbeda dengan keseharian kita di sini. MasyaAllah.. Sungguh tantangan yang tak mudah. Di sinilah saya mulai memahami nasihat Imam syafi’i yang memiliki 3 kata kunci, yaitu Merantau, Adab dan Ilmu.

Merantau merupakan kata kerja yang harus dipenuhi oleh Adab dan Ilmu sebelumnya. Dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang berbeda akan membuat kita mengambil banyak hikmah dan pelajaran. Namun semua itu tak akan sempurna tanpa kita membekali kegiatan merantau kita dengan adab dan ilmuNya. Mengapa adab disebutkan pertama kali ? Karena seseorang yang memahami adab, akan mudah beradaptasi dan diterima oleh siapapun. Hakikatnya adab-adab yang diajarkan oleh orang tua dan guru kita merupakan suatu yang universal dan sama di belahan bumi manapun. Misalnya menghormati orang lain, mendahulukan yang lebih tua, senyum-sapa-sopan, tidak gaduh karena akan mengganggu orang lain terutama di malam hari, menjaga ketertiban dan kebersihan, dll 

(Visited 34 times, 7 visits today)
Ainun Nurul

Ainun Nurul

Biasa dipanggil Ainun/Fitri. Lahir di tengah keluarga yang hangat di daerah sejuk Sukabumi, Jawa Barat. Menyukai Membaca, menulis, memasak dan travelling. Bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia (SAI) sejak 2006. Sangat tertarik dengan pembinaan dan pendidikan anak remaja. Berdiskusi, dengarkan curhat dan jalan bareng para siswa menjadi kegiatan sehari-hari. Saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SL (Sekolah Lanjutan – Level SMP) SAI “We had a plan and Allah has also planned everything for us. If something goes wrong, it went wrong for good reason”

More Posts

Ainun Nurul

Ainun Nurul

Biasa dipanggil Ainun/Fitri. Lahir di tengah keluarga yang hangat di daerah sejuk Sukabumi, Jawa Barat. Menyukai Membaca, menulis, memasak dan travelling. Bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia (SAI) sejak 2006. Sangat tertarik dengan pembinaan dan pendidikan anak remaja. Berdiskusi, dengarkan curhat dan jalan bareng para siswa menjadi kegiatan sehari-hari. Saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SL (Sekolah Lanjutan – Level SMP) SAI “We had a plan and Allah has also planned everything for us. If something goes wrong, it went wrong for good reason”

Leave a Reply