Menyelami Surat CintaNya

Malam yang menakjubkan, ketika 70 ribu malaikat dengan suara lantang kemudian memekik, berhimpun seraya mengucap tasbih dengan penuh ketulusan. Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallahu waallahu akbar, malam yang penuh keagungan. Di kala malaikat mengembangkan sayapnya di kegelapan malam mengiringi turunnya surah Al An’am. Tabarakallahu.. inilah satu-satunya momen yang menjadi saat bersejarah bagi nabi Muhammad, ketika menerima wahyu satu surah penuh secara langsung dalam satu malam.

Betapa mulianya surah ini tersebab ayat-ayatnya turun demi untuk tujuan yang mulia pula. Tauhidullah yang menjadi dasar dalam beramal menjadi begitu indah dan menggugah ruhiyah kaum perindu surga di akhirat. Sebagian besar ditujukan kepada orang-orang beriman agar kecintaan, keimanan dan keikhlasan mengabdikan diri kepada Allah semakin bertambah juga berbuah dalam amal yang nyata. Karena iman tak cukup hanya diyakini dalam hati dan terucap di lisan, sejatinya ‘itiqad bersanding dengan tathbiq. Bahwa iman yang benar apabila dibawa dalam kehidupan kita.
Dibuka dengan ayat qudratullah,

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
( QS.Al An’am :1 )

Surah ini menguatkan keimanan dengan mengungkap kekuasaan Allah dan memberikan sanggahan terhadap penganut faham materialism maupun atheism yang sudah kelewat jauh dari logika keimanan menafsirkan proses terjadinya alam ini tercipta dengan sendirinya.

Ayat-ayatnya berisikan kombinasi ayat qudrah dan muwajahah. Ayat Qudrah menjelaskan tentang kekuasaan Allah, sementara yang muwajahah mengajarkan bagaimana cara kita berhadapan dengan orang-orang kafir yang telah mendustakan ayat-ayat Allah. Semuanya saling terkait dan terjalin begitu indahnya.

Awal-awal surah mengajak orang yang membacanya agar merenungkan kekuasaan Allah SWT. Dan kembali menyampaikan ayat-ayat ini kepada orang-orang kafir yang melakukan penolakan dengan kejahatan, kelancangan serta kesesatan mereka. Semua begitu terang dan nyata bukti-bukti kekuasaan Allah yang meliputi alam semesta, langit dan bumi beserta seluruh isinya. Bukankah Allah sudah mengingatkan dengan cintaNya, maka dalih apalagi yang akan membuat orang kafir berpaling dari ayat-ayatNya?
Allah berkuasa atas tempat, langit dan bumi :

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi”. Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman. (QS. Al An’am :12)

Allah berkuasa atas waktu, siang dan malam:

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An’am :13)

Dalam surat ini Allah menegaskan bahwa Dialah yang memiliki bumi, mengadakan atau menciptakan dan berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi padanya. Selanjutnya Allah menugaskan kepada manusia untuk memakmurkannya, menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.
Semoga kita dan anak cucu kita dapat memenuhi ruang-ruang cintaNya, mengepakkan sayap di muka bumi untuk menebarkan kebaikan bagi semesta, menjadi rahmatan lil ‘alamiin.

Referensi : kitab Khawatir Qur’aniyah, Amru Khalid, Al I’thisom.

(Visited 20 times, 1 visits today)
Ratih Nur'aini Lathifah

Ratih Nur'aini Lathifah

Seorang ibu rumah tangga biasa yang punya cara menumpahkan ekspresi melalui tulisan. Buku pertamanya dicetak secara indie pada tahun 2010 dengan judul "Kasih Ibu Menembus Batas". Dua tahun kemudian memenangkan lomba Mother award yang diselenggarakan oleh Adfamilia atas naskah yang ditulis dengan judul sama. Bersama temannya menghasilkan 2 buku masing-masing buku parenting dengan judul "Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik untuk Anakku" yang diterbitkan oleh Qutummedia dan buku " Serpihan Kenangan" yang diterbitkan oleh Quanta Elexmedia Computindo. Punya keinginan mencetak penulis-penulis cilik dengan mengisi Pelatihan Penulis anak-anak bersama salah seorang temannya di Sekolah Alam Indonesia

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Ratih Nur'aini Lathifah

Ratih Nur'aini Lathifah

Seorang ibu rumah tangga biasa yang punya cara menumpahkan ekspresi melalui tulisan. Buku pertamanya dicetak secara indie pada tahun 2010 dengan judul "Kasih Ibu Menembus Batas". Dua tahun kemudian memenangkan lomba Mother award yang diselenggarakan oleh Adfamilia atas naskah yang ditulis dengan judul sama. Bersama temannya menghasilkan 2 buku masing-masing buku parenting dengan judul "Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik untuk Anakku" yang diterbitkan oleh Qutummedia dan buku " Serpihan Kenangan" yang diterbitkan oleh Quanta Elexmedia Computindo. Punya keinginan mencetak penulis-penulis cilik dengan mengisi Pelatihan Penulis anak-anak bersama salah seorang temannya di Sekolah Alam Indonesia

Leave a Reply