Tips Menjaga Keseimbangan

Saatnya outing ke stasiun induk kereta menjadi pengalaman berharga untuk anak-anak.  Terutama yang belum pernah mencoba berjalan di atas rel kereta. Harapannya adalah melatih keseimbangan.  Kesan yang ditangkap terlalu berlebihan jika ditilik dari tujuan melatih keseimbangan.  Tidak harus jauh-jauh ke stasiun kereta induk, melatih keseimbangan bisa juga dilakukan di sekolah.  Meniti jembatan tipis atau berdiri di atas batang pohon dan lain sebagainya yang berkenaan dengan pembelajaran keseimbangan.  Namun bukan kebetulan bahwa salah satu kegiatan outdoor dengan tema transportasi adalah meniti jalan di atas rel.  Melalui integrated learning maka design belajarpun memberi ruang di ranah lain selain kognitif seperti afektif dan psikomotor. Berjalan di atas rel menjadi pengalaman berharga. Hasilnya, anak-anak mampu melatih psikomotor dengan meniti jalan di atas rel kereta.  Menjaga keseimbangan diri. Belajar keseimbangan juga menjadi bagian dari pembentukan kekuatan fisik.

Inilah langkah-langkah berjalan di atas rel kereta:

  1. Percaya Diri. Percaya diri menjadi modal utama untuk melakukan langkah selanjutnya. Tanpa kepercayaan diri yang kuat, seorang anak tidak mungkin mau dan mampu meniti jalan sempit di atas rel.  Pasti yang terpikirkan adalah rasa bimbang karena takut tidak berhasil.
  2. Teguhkan Tekad. Setelah percaya bahwa anak mau melakukan maka langkah kedua adalah meneguhkan tekad bahwa anak dapat melakukannya. Mungkin akan sulit karena jalan terlalu kecil tapi tekad yang bulat menghantarkan anak untuk berani mencoba. Berani berbuat.
  3. Lakukan dengan Berani. Setelah anak memiliki tekad maka awal langkah didorong oleh rasa berani mencoba. Berani melakukan. Berani berjalan walau apapun yang terjadi. Sudah tidak terpikirkan lagi apakah akan jatuh karena mengalami kesulitan menjaga keseimbangan atau justru akan berjalan lancar saja tanpa terhadang kendala.
  4. Jaga Keseimbangan. Keseimbangan menjadi titik penting setelah berani mengambil keputusan untuk berjalan. Setiap anak pastinya berbeda dalam hal menjaga keseimbangan tergantung latihan keseimbangan bersama orang tua masing-masing. Jika orang tua sering mengajak latihan keseimbangan dan memberikan kesempatan anak gagal dan mau mencoba lagi maka anak akan kuat mencoba keseimbangan.  Namun jika yang dibangun adalah khawatir gagal maka anak mengalami kesulitan menjaga keseimbangan.
  5. Mulai Berjalan. Ya, tinggal berjalan saja setelah tahap yang sudah dilalui semua. Berjalanlah tanpa beban.  Berjalanlah meniti titian rel kereta.
  6. Abaikan Kesalahan. Sesekali jatuh tak mengapa.  Karena itu adalah bagian dari pembelajaran.  Semakin sering jatuh semakin banyak belajar bahwa berjalan di atas titian membutuhkan kestabilan keseimbangan.
  7. Rayakan Keberhasilan. Pastikan di ujung sana adalah keberhasilan. Biarkan jatuhnya adalah bagian dari keberhasilan. Sorak-soraklah untuk menunjukkan kemenangan.  Kemenangan karena sudah dimulai dari rasa percaya diri diawal.

Bahwa menjaga keseimbangan di atas rel adalah bagian dari pembentukan kekuatan fisik yang melatih kemampuan kepemimpinan yang dibutuhkan setiap calon pemimpin.  Langkah-langkahnya  dimulai dari percaya diri hingga merayakan keberhasilan.

Kang yudha

(Visited 43 times, 2 visits today)
Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply