Mengeja Cahaya Syurga pada Cintamu, Ibu

Ketika kaki melangkah, ketika nafas berhembus dengan leluasa, dan ketika impian ingin kita gapai apalah artinya jika tak ada ridha dari orangtua. Ridha darinya-lah salah satu kunci menuju seluruh gerbang, termasuk pada gerbang akhir dari segala tempat, yaitu kunci pemula gerbang syurga. Allah memberikan keistimewaan cinta padanya.

Mengeja Cahaya Syurga Pada Cintamu, Ibu

Embun pagi terasa sejuk merasuk dalam jiwa.
Setiap bulirnya menyimpan berjuta cinta.
Yaitu sebuah cinta kasih dari Sang Maha Pencipta.
Untukmu, wahai mutiara syurga.

Ibu…
Kau memang pantas kupanggil mutiara syurga.
Kaulah wanita pemilik berjuta cinta.
Lembut kasihmu terpancar kedalam jiwa raga.
Ikhlas senyummu mampu meruntuhkan keangkuhan isi dunia.

Ibu…
Tanpa pernah kau sadari.
Kulihat kau menyapu bulir bening di setiap sujudmu.
Mungkinkah tuturku menyayatmu?
Mungkinkah laku ini yang membuat tetes-tetes bening itu?
Oh…maafkan aku, ibu, maaf.

Ibu…
Aku tahu seberapa besar cinta kasihmu padaku.
Jika seluruh jagad ini mampu menjawabnya.
Pasti semua berkata sama tak ada yang mampu menghitungnya.

Ibu…
Kau selalu tersenyum meski hatimu menganga.
Kau selalu menyimpan butiran itu jika berada di dekatku.
Keikhlasan dan kesabaranmu sungguhlah mengharumkan seluruh jagad raya.
Bahkan seluruh penghuni langit pun bertasbih untukmu, ibu.

Ibu…
Separuh jiwamu kau berikan padaku tanpa balas.
Kau selalu mengisi ruang dalam hidupku dengan cintamu yang tak terbatas.
Kau alunkan doa di setiap lafal terindah pada Sang Pengabul Doa.
Agar semerbak bunga kasturi menyebar dalam hidupku.

Ibu…
Terima kasih atas cinta yang sangatlah luas ini.
Maafkan aku yang sering membuatmu meneteskan air Mata, ibu.
Ridhai setiap jengkal langkahku, ibu.
Agar Allah meridhai setiap perjalanan hidupku.
Aku mencintaimu karena Allah, ibu.

Duh Gusti….
Malu diriku pada-Mu.
Seringkali terucap cinta dan rindu padanya.
Namun, sering juga ku melihat air mata bercucuran di atas sajadah ketika menghadap-Mu.
Ampuniku, Gusti nu Agung…
Izinkan tanganku menyapu setiap tetes di pipinya.
Izinkan rindunya kurengkuh dalam pelukan.
Aku tahu Cinta-Nya sangatlah luas.
Seluas Engkau mencintainya.

Ridha Allah tergantung pada ridha orangtua dan murka Allah tergantung pada murka orangtua.” (Hasan At-Tarmidzi:1899, HR. Al-Hakim:7249)

(Visited 100 times, 9 visits today)

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.