Menanti Senja Pada Ramadhan

Sore itu, hampir semua siswa-siswi Sekolah Alam Indonesia Cipedak, dari mulai kelas KBTK, ISTC, hingga SD satu sampai SD lima berkumpul di bawah langit dengan rona gembira. Mereka tertawa, bercerita, dan bermain kejar-kejaran bersama sang senja. Jingga pun semakin menguning menunjukkan kemolekannya, masyaAllah…

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…”

Suara Ustadz Wahid mulai berkumandang menyeru kami semua untuk memulai duduk dalam lingkaran dan berdzikir melangitkan doa kepada Sang Pemilik Langit sambil menanti beduk maghrib. Alunan tasbih, tahmid, dan takbir mulai menggema di bumi. Sungguh damai jiwa-jiwa ini dalam ampunan-Nya. Lembayung pun ikut memuja atas kebesaran Illahi Rabbi.

“Air…air…air…”

Tiba-tiba seorang bocah lelaki yang duduk di sampingku berteriak. Ah, wajahnya sungguh lucu sekali, sepertinya dia sudah tak sabar lagi menahan dahaga. Aku hanya memeluk dia untuk bersabar sebentar lagi.

“Zaki, sabar ya, sabar..” aku mengajaknya bercerita, mengalihkan keinginannya.

“Iya, sabar-sabar,” ucapanya diulang-ulang.

Namun, bukan Zaki namanya, tetiba dia mengambil snack box miliknya. Aku membiarkan dia mengambil dari hadapan dan  tak berpikir kalau dia akan melakukan sesuatu pada snack box tersebut. O..o…Zaki membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah biskuit di dalamnya.

“Zaki, stop tidak dimakan!”

Aku menahan biskuit yang ada di genggaman dan akan dimasukan ke dalam mulutnya. Eng-ing-eng, ternyata dia lebih cerdik.

“Biskuiiit…hahaha…”

Bocah berkulit putih itu tertawa puas akan keberhasilannya. So, aku dan teman-teman lainnya menahan tawa akan sikapnya. Ya, ini adalah sebuah proses pembelajaran dia berpuasa, tak ada yang salah dengan proses ini, terlebih Zaki adalah satu dari lima belas anak spesial yang ada di sekolah, tepatnya di kelas ISTC.

“Allahu Akbar…Allahu Akbar…”

Alhamdulillah, adzan maghrib berkumandang bersama kembalinya sang jingga ke peraduan. Seteguk teh hangat dan beberapa kurma, serta air zam-zam yang diberikan membasuh kerongkongan hilangkan dahaga, memanjat doa. Terima kasih Allah atas nikmat-Mu ini.

Menit berganti jam. Gemintang pun datang menggantikan jingga. Gemintang menghias indah di angkasa memberi cahaya benderang malam ini. Seolah-olah mengerti dan tak ingin terlewatkan menikmati indahnya kegiatan Ramadhan Camp bersama celotehannya, candaannya, dan sikapnya yang membuat rasa selalu merindu bersamanya.

Daun-daun yang berayun dan angin yang berhembus seolah membisikkan kata cinta akan keridhoan-Nya dengan kegiatan yang berlangsung malam ini di bawah langit Sekolah Alam Indonesia Cipedak. Aku akan menjadi pena dalam setiap kegiatan dengan aliran aksara yang tertulis dengan tulus. Menjadi saksi kesabaranmu, anak-anakku, ketika kamu menanti senja pada Ramadhan.

(Visited 15 times, 7 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply