Melukis Senja dari Atas Dermaga

Assalamu’alaikum sahabat pena. Bagaimana kabarnya? Semoga keberkahan nikmat Allah selalu menyertai kita semua, aamiin. Sahabat pena, kita berjumpa lagi dengan rangkaian aksaraku ini. Semoga sahabat takkan jemu membacanya. Oh ya, aksaraku kali ini, aku ingin berbagi rasa dalam menikmati puisi tentang keindahan yang Allah ciptakan untuk kita. Yaitu tentang senja. Senja adalah satu kata berjuta makna. Dari satu kata ini, telah menginspirasiku untuk melukiskan keagungan-Nya dalam sebuah syair.

Semoga puisi ini membawa kita untuk menjadi insan yang lebih bersyukur akan semua nikmat.

Jazakumullah Khairan Katsiiran, ku ucapkan untuk sahabat pena atas kunjungannya.


 

*Melukis Senja dari Atas Dermaga*

Lihat! Lihatlah!
Maha karya ciptaan Allah.
Langit nan cerah mulai berubah.
Pancaran keemasan terlihat indah

Kini, kakiku tegak di atas dermaga.
Mataku terpana memandang lembayung jingga.
Mulut dan otakku sibuk meraba.
Atas keindahan senja di depan mata.

Tanganku, pun mulai bergerak.
Hatiku mulai berbisik.
Ayo! Lekas! Lekaslah melukis!
Melukis senja agar takkan terkikis.

Jemariku semakin menari-nari.
Menari kemolekkan tentang senja dari sini.
Dermaga akan menjadi saksi.
Tersiratnya keindahan alam yang imaji.

Warna itu, oh…  Buaku terpikat.
Gradasinya selalu memikat.
Rasa rindu yang telah menyayat.
Tuk membelalak ke ufuk barat.

Nyiur yang setia menemani hadirnya Sang Senja.
Kibasan angin yang selalu memberi rasa.
Dan deru ombak yang memukau jiwa.
Serta, burung-burung yang berlalu tuk bersua.

Ya! Senjaku mulai beranjak dari sini.
Awan hitam menutup dengan rapi.
Kunang-kunang sigap menjelajahi.
Kan menjadi bunga di malam hari.

Meski Mega kuning berganti pekat.
Bayangannya akan tetap kugenggam erat.
Agar bait yang kulukiskan terukir kuat.
Ku kan mematri di ujung dermaga setiap saat.

(Visited 140 times, 5 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

One thought on “Melukis Senja dari Atas Dermaga

  • Yudha Kurniawan
    May 18, 2017 at 12:30
    Permalink

    Judulnya menggigit. Akan lebih sakit jika dibelokkan ke dunia lainnya. Ah cuma berharap saja kok Bu.

    Reply

Leave a Reply