Melipatgandakan Kebaikan dengan Tulisan

Alangkah nikmatnya kalau dalam hidup kita bisa banyak berbuat kebaikan. Betapa bahagianya kalau kebaikan kita dijadikan teladan. Kita menunjukan pada jalan kebaikan, maka kita sama pahalanya dengan orang yang mengerjakan kebaikan itu. Apalagi kalau kita mencontohkan berbuat kebaikan tersebut.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Kalau kita mau hitung-hitungan, rata-rata umur manusia 60 tahun. Jika kita berbuat kebaikan hanya untuk diri kita sendiri, maka kebaikan itu hanya 60 x 1, yaitu 60 tahun kebaikan. Itu belum dikurangi waktu kita tidur, yang kalau dihitung 8 jam x 60, berarti 20 tahun kita habiskan hanya untuk tidur. Belum kita melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Belum dalam perjalanan hidup kita banyak melakukan maksiat. Belum lagi dikurangi masa kanak-kanak sebelum baligh.

Beruntunglah jika profesi kita sebagai guru. Karena betapa banyak kebaikan yang kita ajarkan kepada anak didik kita. Jika murid kita melakukan kebaikan dengan wasilah yang kita ajarkan, maka tinggal kalikan saja jumlah murid x berapa tahun kita mengajar.

Jika hanya mengajar di depan kelas, atau ceramah di depan jama’ah, jumlahnya tentu terbatas. Melipatgandakan kebaikan yang jauh lebih luas lagi, bisa dengan cara menuliskan ilmu yang kita miliki. Anda bisa bayangkan jika ilmu kebaikan yang kita tuliskan, kemudian diviralkan di media sosial, maka dengan izin Allah siapapun bisa terinspirasi untuk berbuat kebaikan dari wasilah ilmu yang kita bagikan. Itulah kenapa para salafush shalih berlomba-lomba untuk menuangkan ilmunya dalam bentuk tulisan. Tentunya syarat menulis harus banyak membaca.

“Dengan membaca kita bisa menjelajah dunia, dengan menulis kita mampu membangun peradaban”.

Tentunya, melipat gandakan kebaikan bukan hanya dengan cara menulis atau menjadi guru saja. Melipatgandakan kebaikan juga bisa dengan cara berperan di dunia politik. Ketika kita memiliki jabatan dan posisi strategis sebagai pengambil kebijakan, tentunya akan jauh lebih luas manfaat kebaikan yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Semoga kita bisa berlomba-lomba memperbanyak kebaikan, apapun profesi kita di masyarakat.

(Visited 70 times, 3 visits today)
Saifullah Elfatih

Saifullah Elfatih

Saifullah Elfatih 31 tahun. Lahir di Sukabumi, saking sukanya sama bumi ia berkeinginan untuk menjelajahi bumi, hehe... Saat ini ia aktif sebagai salah seorang Fasilitator di SL (Sekolah Lanjutan) Sekolah Alam Indonesia. Ala kulli hal, cocok banget dengan keinginannya untuk menjelajah alam. Hobinya main panahan, apalagi jual alat panahan, hobi banget…. hehe… (hati-hati profil ini mengandung unsur iklan, upss..). Sedang berupaya mensinkronkan antara pendidikan bisnis dan bisnis pendidikan. Karena ia yakin bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Untuk itu, ia menamatkan studi magisternya di bidang Manajemen pendidikan. Bagi yang ingin bersilaturahim dengannya, bisa kepo-in yang berikut ini: fb: Saifullah Elfatih ig: @saifullah_elfatih

More Posts

Follow Me:
Facebook

Saifullah Elfatih

Saifullah Elfatih

Saifullah Elfatih 31 tahun. Lahir di Sukabumi, saking sukanya sama bumi ia berkeinginan untuk menjelajahi bumi, hehe... Saat ini ia aktif sebagai salah seorang Fasilitator di SL (Sekolah Lanjutan) Sekolah Alam Indonesia. Ala kulli hal, cocok banget dengan keinginannya untuk menjelajah alam. Hobinya main panahan, apalagi jual alat panahan, hobi banget…. hehe… (hati-hati profil ini mengandung unsur iklan, upss..). Sedang berupaya mensinkronkan antara pendidikan bisnis dan bisnis pendidikan. Karena ia yakin bahwa keduanya bisa berjalan beriringan. Untuk itu, ia menamatkan studi magisternya di bidang Manajemen pendidikan. Bagi yang ingin bersilaturahim dengannya, bisa kepo-in yang berikut ini: fb: Saifullah Elfatih ig: @saifullah_elfatih

Leave a Reply