Makan Bersama, Saatnya Menjalin Keakraban

Mungkin tampaknya bukanlah hal yang penting untuk meluangkan waktu makan bersama anak-anak. Namun  justru di sanalah terdapat sebuah waktu yang tepat untuk menjalin keakraban dengan anak-anak kita. Pun tak terkecuali dengan anak-anak didik kita. Di dalamnya ada unsur kasih sayang, nasehat dan kekompakan.

Nabi saw sering makan bersama anak-anak.Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar dari guru besar mereka tentang etika menyantap hidangan karena memang tidak ada guru yang lebih baik pengajarannya dan lebih perhatian terhadap perkembangan anak selain Nabi saw.

Umar bin Abu Salamah berkisah, “ Ketika masih kecil aku berada di pangkuan Nabi saw dan tanganku menjalar kemana-mana di atas nampan. Rasulullah saw bersabda kepadaku, ‘Hai bocah, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.’  Maka senantiasa seperti itulah cara makanku sesudahnya.”

Kita lihat betapa dalam hal ini terpancar kearifan Nabi saw dalam menegur anak kecil tentang adab makan. Kegiatan makan bersama yang dilakukan oleh Nabi dimanfaatkan juga untuk mengajarkan etika makan pada Umar bin Abu Salamah. Dalam hal ini sang anakpun dengan spontan memberikan reaksi buah yang manis dengan mengucapkan, ‘Maka senantiasa seperti itulah cara makanku sesudahnya.’

Tentu saja buah yang manis seperti yang ditampakkan oleh Umar bin Abu Salamah merupakan hasil dari langkah-langkah yang benar dan pendidikan yang lurus lagi pantas yang diberikan kepada anak-anak seusia mereka dalam semua segi kehidupannya, baik saat senang maupun sedih, baik saat bermain maupun sedang sungguhkan, baik untuk menidurkan mereka maupun untuk membangunkan mereka.

Mari luangkan waktu kebersamaan dengan anak-anak, setidaknya ketika makan malam bersama di rumah bagi para orang tua dan makan siang bersama bagi para pendidik di sekolah.

Saatnya menjalin keakraban di waktu makan bersama…

(Visited 49 times, 2 visits today)

Ratih Nur'aini Lathifah

Seorang ibu rumah tangga biasa yang punya cara menumpahkan ekspresi melalui tulisan. Buku pertamanya dicetak secara indie pada tahun 2010 dengan judul "Kasih Ibu Menembus Batas". Dua tahun kemudian memenangkan lomba Mother award yang diselenggarakan oleh Adfamilia atas naskah yang ditulis dengan judul sama. Bersama temannya menghasilkan 2 buku masing-masing buku parenting dengan judul "Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik untuk Anakku" yang diterbitkan oleh Qutummedia dan buku " Serpihan Kenangan" yang diterbitkan oleh Quanta Elexmedia Computindo. Punya keinginan mencetak penulis-penulis cilik dengan mengisi Pelatihan Penulis anak-anak bersama salah seorang temannya di Sekolah Alam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.