Lion Air JT 610

Pesawat Lion Air JT 610 adalah jenis pesawat Boeing 737 MAX 8 yang digadang-gadang memiliki banyak keistimewaan.

Berita dua minggu terakhir mengenai kisah haru dari peristiwa pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin pagi, 29 Oktober 2018 masih terus hangat dibincangkan banyak kalangan. Pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pasalnya, pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 5 flight attendant. Jumlah yang tidak sedikit.

Seperti dilansir oleh Liputan6.com yang merangkum dari berbagai sumber, menyatakan bahwa pesawat Lion Air JT 610 adalah jenis pesawat Boeing 737 MAX 8 yang merupakan armada terbaru Lion Air. Boeing 737 MAX 8 digadang-gadang memiliki banyak keistimewaan jika dibandingkan dengan varian B737 yang dioperasikan maskapai lain. Antara lain adalah menggantikan keluarga Boeing 737 Next Generation. Ada pengembangan sektor mesin yang lebih baik dari MAX 7 dan MAX 9. Memiliki desain eksterior dan interior baru, terutama ujung sayap (winglets) Boeing 737 MAX 8 tampak seperti terbelah menjadi dua, satu menjulur ke atas dan satu ke bawah yang berguna untuk memecah turbulensi udara yang terjadi di ujung sayap, terutama saat pesawat terbang dalam kecepatan tinggi. Membuat pesawat aman dan nyaman ditumpangi. Kesannya kecelakaan tidak akan menghampiri.

Saya jadi ingat tentang kehebatan kapal uap terbaik di zamannya. Titanic, bahkan sempat dibuat filmnya dengan judul yang sama. Titanic menjadi kapal pesiar mewah terbesar yang dilengkapi dengan fasilitas nomor satu. Namun, kecelakaan tragis pada kapal yang dijuluki sebagai unsinkable ternyata malah menenggelamkannya di Samudera Atlantik Utara pada 15 April tahun 1912. Memakan korban tewas begitu banyak hingga 1.514 jiwa. Menjadi kecelakaan paling akbar di tahun itu.

Sifat sombong paling tidak disukai oleh siapapun, apalagi oleh Sang Pencipta Alam Semesta ini. Seperti difirmankan dalam Alquran Surat Luqman: 18, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Kemudian dipertegas lagi pada surat yang lain, “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (Q.S. An Nahl: 23).

Saya turut berduka atas kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Semoga keluarga dan sanak saudara korban dikuatkan dan diberi kesabaran. Semoga musibah ini bukan karena kesombongan manusia. Semoga kitabisa mengambil pelajarannya.

 

Kang Yudha
Sumber gambar: https://www.google.com/search?safe=strict&biw=979&bih=469&tbm=isch&sa=1&ei=td_cW5MeyOO-BJaas6AH&q=Liputan6.com+Lion+Air+JT+610&oq=Liputan6.com+Lion+Air+JT+610&gs_l=img.3…21955.21955.0.22792.1.1.0.0.0.0.0.0..0.0….0…1c.1.64.img..1.0.0….0.ltSvrqG_Qkk#imgrc=LMVmZ4gT-w04vM:

(Visited 9 times, 9 visits today)
Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebookYouTube

Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply