Kidung Aksara Pagi

Mengalir aksara pagi ini.
Bersama surya yang menampakan diri.
Melukiskan keagungan Sang Illahi.
Bersama hembusan angin di pagi hari.

Aksara pagiku menyulam doa.
Merajut harapan kepada Sang Pencipta.
Sajadah biru membentang di angkasa.
Terlihat elok memanjakan mata.

Lihat! Lihatlah sabda-Nya.
Semerbak meraba merasuk jiwa.
Bias embun pagi setia menyapa.
Selaksa rindu pada syurga-Nya.

Lalu, nikmat mana lagi yang kita dusta?
Astaghfirullah… Beningku menetes seperti embun pagi.

Bukan karena pilu dan bukan karena duka!

Namun, diriku takut mengingkari.

Sungguh kasih-Mu nan agung.
Cinta-Mu nan tenang.
Tuntun aku agar bergelimang.
Dengan cahaya-Mu yang benderang.

Bait demi bait ku untai dalam kata.
Meski tak seindah jagad raya yang tercipta.
Tengadah tangan,ku panjat doa.
Menentukan nikmat yang Kau cipta.

Nikmat-Mu tak kan bisa terkikis.
Selalu terbentang melanglang luas.
Meski langit ku jadikan kanvas.
Dan pepohonan ku jadikan pena lukis.

Bening pagi selalu membawa berkah.
Membasah bumi agar tumbuh indah.
Bunga berseri tumbuh kian subur.
Membasah tasbih tanda syukur.

(Visited 200 times, 7 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

2 thoughts on “Kidung Aksara Pagi

  • August 6, 2018 at 17:34
    Permalink

    Inspirasiku dalam menulis adalah alam. Bagiku alam selalu memberi inspirasi dalam banyak hal, termasuk dengan menulis. Ketika anak-anak melaukan activities outdoor, sesungguhnya segudang inspirasi menghampiri. Tinggal kitanya, apakah hanya memandang atau memetiknya.

    Terima kasih, Kakak, atas kunjungannya. Semoga menambah spirit bagi kami (saya) dalam menulis sebagai wujud syukur atas karunia-Nya.

    Reply

Leave a Reply