Keberkahan yang Diwaspadai

Jangan sampai mereka tidak mengerti bahwa hujan adalah keberkahan dari Tuhannya.

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) RI memberi peringatan waspada karena potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jaktim, Jakbar, Jaksel, dan Jakut pada siang dan malam hari. Demikian juga di wilayah lain seperti Kepulauan Seribu, Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang. Gejalanya mulai berawan, hujan dengan intensitas kecil, sedang, hingga besar.

Benar, perlu waspada karena berhadapan dengan alam. Jangan dilawan, tapi diantisipasi dengan usaha nyata dan doa. Reboisasi, memfungsikan hutan kembali, memberdayakan drainase, dan meminimalisir-memilah sampah menjadi kesadaran tingkat tinggi untuk masyarakat sekelas negeri ini. Maka tidak ada kata yang tepat selain mari kita lakukan sejak sekarang. Bisa baca juga di http://www.kelaskayu.com/curah-hujan-yang-bersahabat/

Menjadi wajar, setelah kerja nyata yang sudah dilakukan didukung dengan doa. Membangun rasa syukur karena hidup di daerah tropis yang hujannya sepanjang tahun, maka bordoalah. Allahumma shoyyiban nafi’an, ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.

Memohon keselamatan agar tidak membawa bencana dengan doa, ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.

Meyakini bahwa hujan adalah berkah sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW ketika menyingkap bajunya hingga tersiram hujan. Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.”

 Jadi alangkah sayangnya jika kita berkeluh-kesah dengan kehadiran hujan. Menggerutu karena ada akibat yang sebenarnya dibuat oleh manusia sendiri. Kelalaian membangun jalan tanpa memikirkan drainase menjadi momok masyarakat perkotaan. Mengembangkan daerah pertanian dengan menggundulkan satu dua bukit bahkan puluhan bukit. Menumpuknya sampah karena tidak dipikirkan cara mengelolanya.

Semua itu bukan salahnya hujan. Namun, manusia sendiri yang berpikir pendek untuk hari yang sebentar. Tidak dipikirkan untuk jangka panjang. Lupa dengan hidup yang tidak akan lama. Ada anak, cucu yang melanjutkannya perjalanan kita. Tanpa kesadaran, tanpa usaha nyata, hanya akan menyisakan kesulitan di masa depan. Anak dan cucu kita sendiri. Jangan sombong ya. Bisa baca juga di http://www.kelaskayu.com/lion-air-jt-610/

Jangan sampai suatu hari nanti mereka menyalahkan hujan yang datang setiap hari. Jangan sampai mereka tidak mengerti bahwa hujan adalah keberkahan dari Tuhannya.

 

Kang Yudha

Sumber gambar: https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/07/05392631/hujan-deras-dan-angin-kencang-landa-jabodetabek-hari-ini

(Visited 10 times, 10 visits today)
Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebookYouTube

Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply