Kata Yang Menggerakkan

Janganlah menyepelekan sebuah kata, apalagi kata itu terucap dari seseorang yang penting dalam hidup kita. Bagaikan pedang bermata dua itulah hakikatnya sebuah kata. Ia bisa menumbuhkan atau malah membinasakan. Sosok kedua orang tua (ayah/bunda) merupakan sosok yang penting dalam kehidupan anak-anaknya, seorang guru semestinya menjadi tokoh penting dalam kehidupan muridnya, begitupun seorang sahabat pasti menjadi orang yang penting dalam kehidupan sahabatnya yang lain.

Sebagai Orang tua, guru, ataupun sahabat, kita perlu berpikir sebelum kita menyampaikan sesuatu pada orang lain. Karena ternyata meski singkat, kata-kata yang kita ucapkan sangat berbekas dalam ingatan bahkan hati lawan bicara kita. Misalnya ketika ada seorang murid yang sedang merasa berat dengan tugas penelitiannya di level SL (Sekolah Lanjutan) SAI (Sekolah Alam Indonesia). Seorang guru melihat murid tersebut sedang kebingungan dengan kelanjutan penelitian yang dipilihnya lalu guru tersebut menghampiri sejenak dan bertanya, “Wah.. sedang penelitian, ya? Semangat ya, Kak!”

Singkat cerita, murid tersebut dapat menyelesaikan tugas penelitiannya dengan baik. Setelah itu ada suatu kesempatan bagi murid dan guru tersebut untuk ngobrol santai, lalu dia berkata pada gurunya, “Terima kasih ya, Bu waktu itu sudah menyemangati aku untuk menyelesaikan penelitian”, agak terkejut guru itupun mencoba mengingat-ingat kapan ia pernah mengucapkan kata itu pada muridnya. Nihil. Ia sudah lupa, namun ternyata muridnya tidak pernah melupakannya dan menjadikan kata-kata singkat tersebut sebagai kekuatan untuk bertahan dan terus maju dalam menuntaskan tugasnya.

Sedikit bicara namun dalam dan bermakna. Bisakah kita melakukannya? Semoga

(Visited 77 times, 3 visits today)

Ainun Nurul

Biasa dipanggil Ainun/Fitri. Lahir di tengah keluarga yang hangat di daerah sejuk Sukabumi, Jawa Barat. Menyukai Membaca, menulis, memasak dan travelling. Bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia (SAI) sejak 2006. Sangat tertarik dengan pembinaan dan pendidikan anak remaja. Berdiskusi, dengarkan curhat dan jalan bareng para siswa menjadi kegiatan sehari-hari. Saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SL (Sekolah Lanjutan – Level SMP) SAI “We had a plan and Allah has also planned everything for us. If something goes wrong, it went wrong for good reason”

Leave a Reply

Your email address will not be published.