Kabar dari Utara

Saya melihat ada semangat yang luar biasa dari bening mata-mata polos mereka. Saya juga melihat ketakutan dan ketegangan setiap bertemu dengan orang baru. Pengalaman yang membuatnya demikian.

Kabar dari kompas.com melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berinisiatif mendorong tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang memiliki anak untuk menyekolahkan anak-anaknya. Kemendikbud berencana mengirim 100 guru ke Malaysia untuk menjamin terpenuhnya hak-hak anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu. Pengiriman guru ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak 95 guru diberangkatkan dan ditempatkan di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang tersebar di wilayah Sabah dan Serawak.

Jadi ingat dengan kegiatan menjadi tenaga pengajar sukarela di Negeri Sabah Malaysia selama tujuh tahun belakangan minus tahun ini. Betapa berat upaya membangun pendidikan Indonesia di Negara Truly Asia, khususnya Sabah.

Menurut pemberitaan resmi dari Kemendibud, tercatat sebanyak 294 PKBM di Malaysia yang meliputi 155 jenjang sekolah dasar (SD) dan 139 jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Sementara, para guru yang dikirimkan ke Malaysia itu akan mengabdi selama 2 tahun dan diharapkan mampu menggali potensi anak-anak Indonesia agar lebih banyak siswa yang sukses nantinya.

Alhamdulillah bisa membantu teman-teman cikgu di Sabah bersama teman-teman guru sekolah yang secara bergantian digilir untuk berbagi dan membuka wawasan. Berbagi pengetahuan sederhana dari fun learning dan active learning yang selama ini menjadi kegiatan sehari-hari di sekolah. Berbagi dengan anak-anak TKI yang kebanyakan ilegal. Anak-anak tidak bebas bersekolah keluar masuk kota kecamatan atau kota kabupaten. Polisi seringkali tidak peduli antara anak dan orang tua ilegal. Semuanya diciduk jika ditemukan dan mencurigakan.

Guru-guru juga membuka wawasan tentang banyak hal. Tentang tenaga kerja, tentang hak anak bersekolah, tentang semangat guru-guru lokal yang sering dipanggil cikgu, tentang kebersamaan. Pasti tidak diperoleh di sini, di negeri sendiri. Terlebih di Jakarta. Ternyata pendidikan yang diikat dengan lembaga Community Learning Center jauh lebih aktif. Siswanya campuran. Kebanyakan yang usianya tidak sesuai jenjang pendidikan. Bagi mereka yang terpenting bisa membaca, menulis, mengapresiasikan diri, dan memiliki keterampilan hidup.

Saya melihat ada semangat yang luar biasa dari bening mata-mata polos mereka. Saya juga melihat ketakutan dan ketegangan setiap bertemu dengan orang baru. Pengalaman yang membuatnya demikian. Namun, perjumpaan dengan saya setiap tahun memberi energi bagi mereka juga bagi saya. Energi untuk terus mengejar mimpi tentang pendidikan ke depan. Energi berbagi dengan tulus dari saya dan teman-teman yang datang silih berganti.

Semoga masih ada kesempatannya. Bertiup kembali kabar baik dari utara.

 

Kang Yudha

(Visited 28 times, 7 visits today)

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

4 thoughts on “Kabar dari Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published.