Idolaku yang Seharusnya…

“Jangan rindu, Ini berat. Kau tak akan kuat, Biar aku saja” sebuah kalimat yang kata anak-anak jaman now so sweet..

Kalau kata mereka ya Allah bikin baper.. so sweet banget ya Dilan. Karena kalimat tersebut jadilah tokoh Dilan menjadi tokoh yang sangat diidolakan bahkan diimpikan oleh para ABG.

Padahal jauh sebelum itu ada tokoh yang romantisnya di atas Dilan. Siapakah dia??

Dia adalah seorang yang mengatakan kepada malaikat Izroil saat menghadapi mautnya, “Wahai malaikat, apakah seseorang yang sedang menghadapi maut sakitnya seperti yang aku rasa ini? Lalu malaikat menjawab: aku mencabut nyawamu ini dengan sangat pelan supaya engkau tidak merasakan sakit. Jadi kalau yang lain lebih sakit dari ini. Beliaupun mengatakan kepada malaikat pencabut nyawa itu, “Wahai malaikat, tolong semua kesakitan umatku saat menghadapi sakaratul maut beri ke aku biar aku saja yang merasakan sakitnya.”

Masyaallah so sweet-an mana coba Dilan dengan tokoh di atas.

Pernah juga beliau saat melaksanakan Isra mi’raj beliau bernegosiasi dengan Allah terkait jumlah sholat untuk umatnya. Dan akhirnya kita hanya sholat 17 rakaat dalam sehari.

Nantipun saat di padang Mahsyar, di saat-saat yang mengerikan, kenapa mengerikan? karena setiap makhluk akan sibuk dengan dirinya sendiri,tidak akan ingat keluarga ataupun sanak saudara. Mungkin di dunia saat manusia mendapatkan musibah kebakaran seorang ibu akan rela terluka melindungi anaknya. Tapi saat masa ini setiap kita tidak akan ingat dalam hati untuk menolong orang lain karena disibukkan dengan urusan masing-masing. Tapi beliau yang sudah Allah janjikan surga firdaus tinggal masuk aja,tapi beliau masih memikirkan mencari umat beliau dan memberi syafaat untuk mereka. Masya Allah lebih so sweet kan dibandingkan Dilan.

Beliau adalah Muhammad, Rosulullah, manusia berakhlak paling mulia dan manusia yang sangat dicintai Allah.

Lalu kenapa ABG jaman now tidak menganggap beliau swbagai idola dan mengatakan so sweet ya. Bisa jadi kita memiliki andil di dalamnya. Apakah kita sudah mengenalkan sesosok yang so sweet ini kepada mereka. Atau kita tanpa sadar malah menjauhkan sosok yang sangat romantis dan sweet ini dari mereka dengan melupakan kisah-kisah beliau. Dengan lupa menceritakan bagaimana romantis dan sweetnya Rosulullah.

Teguran untuk saya terutama,saat anak-anak generasi muda,calon khalifah masa depan, pemegang peradaban Islam nantinya rela antri panjang bahkan nangis-nangis melihat sosok Dilan karena dieluk-elukkan keromantisannya.

Ayo ayah ibu, mba mas,kakak-kakak kita kembali lagi ke siroh. Kita berlomba-lomba menceritakan kehebatan, keromantisan dan kebaikan akhlak Muhammad. Mengembalikan sesosok idola yang akan menolong kita nanti di padang Mahsyar. Idola yang gak pernah egois mikirin diri sendiri. Selalu dipikirkan adalah umatnya dan umatnya..

(Visited 29 times, 2 visits today)

Leave a Reply