Gerobak Tua Abu Rahman

Bagian IV

Rongga Keikhlasan Berbuah Manis

Subhanallah, meski usianya sudah lanjut Pak Rahman tetap melakukan akitivitas berkebun. Beliau tidak mau berpangku tangan dengan anak-anaknya, bahkan sebagian hasil panennya  dibagikan untuk anak-anak yatim.

Terpuruk, pasti pernah dilaluinya. Terutama ketika sang istri tercintanya pergi menghadap-Nya. Orang yang selama ini tempat berbagi keluh kesah telah tiada. Namun, karena keikhlasan cintanya memberikan suntikan kekuatan agar tak pernah menyerah dengan keadaan.  Sebab, dalam segala ujian hidup, kita sebenarnya ditantang untuk menjadi pribadi yang lebih besar. Keberhasilan putra-putri Pak Rahman sekarang adalah buah dari kerja keras, kesabaran, keikhlasan, dan perjuangan menjalani hidup yang tidak mudah.

Taat dengan ikhlas berarti menjadikan ibadah itu murni hanya ditunjukan kepada Allah semata. Begitu pun yang dilakukan Pak Rahman. Ikhlas menerima setiap ujian. Bahkan ketika kini anak-anaknya berhasil, Pak Rahman mengajarkan hidup dalam kesederhanaan. Itu terbukti dengan hidup yang dijalani hingga kini.

Bagiku Pak Rahman tidak hanya mertua dan kakek dari anakku, beliau adalah guru yang menginspirasi. Beliau mengajarkan, bahwa hidup itu sesungguhnya soal waktu. Allah bekerja dengan cara-Nya, memberi anugerah dan hadiah di waktu yang tepat. Tinggal kita umat-Nya yang hendaknya bersabar menunggu waktu terbaik itu. Tak henti-hentinya aku bersyukur atas semua karya-Nya yang begitu menakjubkan.

Sekembalinya dari desa Gusung Batu, Pak Rahman beserta kelima anak-anaknya bersilaturahmi ke rumah dan melamarku untuk menjadi istri putranya, yaitu Abang Teungku. Alhamdulillah guru inspirasiku kini menjadi ayahku.

Terima kasih Allah atas karunia-Mu.

Cerita “Gerobak Tua Abu Rahman” adalah kisah nyata dari seorang teman.

(Visited 29 times, 1 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply