Gadis Cantik Berbaju Merah Jambu

Bagian IV

Keluarga Baru Keiz

Jarum jam berdetak tak berhenti dalam putaran waktu, terus  menembus waktu roda kehidupan. Itulah hakekatnya sebuah waktu, waktu tidak akan pernah kembali. Alangkah merugi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu.  Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Sepeninggal umma, Keiz tinggal bersamaku. Bagiku Keiz adalah amanah Allah yang indah dan harus aku genggam erat dengan cinta. Teringat dalam benaku detik-detik di mana pertemuanku dengan sosok wanita separuh baya itu. Senyuman di bibir tanpa ucapan yang keluar dari mulutnya sebagai perkenalan sekaligus perpisahanku dengannya. Senyuman yang penuh makna dan isyarat. Isyarat amanah darinya agar aku merawat putri tercintanya. Mungkinkah ini jawaban setiap aku melangitkan doa agar dikaruniai anak. Dan Keizlah, gadis sholiha yang Allah kirimkan untukku.

Gadis kecil berjilbab merah jambu dan berparas cantik adalah anugerah dari-Nya. Aku dan Mas Rama sangat bersyukur akan kehadirannya. Keiz permata dalam rumah tanggaku, terima kasih Allah, sujud syukurku pada-Mu akan hadiah terindah ini.

“Keiz sayang, sini nak! nda temukan supucuk surat ini di dalam tas yang ada di lemari rumahmu, sepertinya surat ini untukmu, nak,” Keiz langsung membuka surat tersebut dan membacanya.

Teruntuk gadis kecilku,

Maafkan umma harus meninggalkanmu sendirian, umma sangat mencintaimu nak, umma ingin melihatmu bahagia dan tersenyum ceria.

Putri kecil umma yang hebat,

Percayalah  setelah umma pergi akan ada malaikat yang diutus Allah untuk merawat, menjaga dan mencintaimu, seperti umma mencintaimu.

Putriku sholiha,

Pesan umma untukmu, jagalah kehormatanmu, yaitu dengan menjaga agama Allah. Hadirkan Allah setiap kamu melangkahkan.. Teruslah belajar dan menjadi kebanggan umma.

Ingat ya nak, shalat lima waktu jangan pernah kamu tinggalkan. Kamulah bintang yang akan menarik umma kedalam Syurga-Nya.

Umma mencintaimu karena Allah

Ku lihat bening mengalir dari pelupuk mata saat membaca rangkaian kata demi kata dari tulisan ummanya. Sepertinya umma telah menyiapkan surat ini. Kehidupan memang misteri. Tak ada yang tahu kapan usia kita kembali dan apa yang akan terjadi di kehidupan yang akan datang.

Kehadiran Keiz adalah misteri dalam kehidupanku. Kini Keiz adalah bagian dari amanah di tengah-tengah rumah tanggaku. Keiz hadir membawa kebahagiaan dan warna. Warna indah yang memancarkan cahaya.

“Kamulah bintang yang akan menarik umma ke dalam Syurga-Nya.” Maa Syaa Allah satu kalimat yang terlulis dalam surat untuk Keiz membuatku terasa sejuk.

 

 

 

(Visited 54 times, 1 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply