Ekpresikan Aksimu!

Apakah Anda sudah dewasa? Apa tanda-tandanya jika Anda merasa telah menjadi orang dewasa?

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat materi bahwa menjadi dewasa itu membosankan. Memang benar jika perbandingannya adalah usia, maka orang yang lahir ke dunia terlebih dahulu pasti menyadari hal tesebut. Namun, tak selamanya yang benar itu selalu mendapat pembenaran dari orang lain.

Dewasa menurut Qur`an adalah dewasa secara fisik, pikiran, mental, psikologis, sudah memiliki tanggung jawab, dan sudah matang selayaknya buah yang matang di pohonnya lalu siap untuk dipetik dan dimakan. Menjadi dewasa berarti siap menanggung segala resiko atas apa yang telah dilakukan, baik itu perbuatan terpuji maupun buruk.

Tetapi menjadi dewasa tidak serta merta kehilangan sifat kekanak-kanakan yang ada di dalam diri. Terkadang sifat itu muncul ketika dalam suasana yang santai atau saat bercengkrama bersama anak-anak. Suasana dalam kondisi formal pun bisa memunculkan sifat tersebut jika memang dalam situasi yang memerlukan sifat itu, misalnya dalam sebuah permainan pada acara pelatihan dan sebagainya.

Sifat anak-anak biasanya ceria, selalu ingin tahu, dan mengekspresikan tingkah lakunya agar mendapat perhatian dari orang lain. Tidak ada yang salah dari sifat tersebut selama dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Artinya, segala konsekuensi dari perbuatan yang telah dilakukan tetap menjadi kewajibannya.

Setelah menjadi dewasa, biasanya sifat kekanak-kanakan tersebut cenderung berkurang dan sudah beralih menjadi sikap yang lebih matang dan penuh perhitungan. Walaupun demikian, tak perlu khawatir atau takut jika sudah menjadi dewasa. Keceriaan tetaplah diperlukan dalam kehidupan, rasa ingin tahu membentuk diri yang kreatif pada ilmu, dan janganlah takut berekspresi, karena setiap aksi membutuhkan reaksi untuk mengungkap seluruh energi.

 

(Visited 68 times, 2 visits today)

Dwi N. Priharto

Masih berusaha membenahi jiwa dan raga, membangun manfaat pribadi kepada semesta. Pernah kuliah di Lombok, NTB dalam jangka waktu maksimal (7,5 tahun) karena sambil bermain bersama anak-anak, remaja, dan orang dewasa sebagai fasilitator lembaga outdoor/pengembangan diri yang didirikan bersama teman-temannya. Saat ini mengajar di salah satu sekolah yang kegiatannya tak jauh berbeda dengan 'sambilan' waktu kuliah, yaitu di Sekolah Alam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.