Namanya Dewan Sekolah

Tidak umum memang di masyarakat dengan nama “Dewan Sekolah”. Di banyak lembaga pendidikan formal dikenal dengan sebutan Komite Sekolah. Ya Komite Sekolah, ya Dewan Sekolah. Dewan Sekolah, ya Komite Sekolah. Sesederhana itu saja.

Istimewanya adalah anggotanya. Anggotanya dibentuk oleh Musyawarah Komunitas Sekolah.

Lembaga apalagi itu? Tidak populer di masyarakat tapi sangat besar pengaruhnya di Sekolah Alam Indonesia. Ya, karena anggota Musyawarah Komunitas adalah wakil-wakil dari kelas. Orang-orang yang peduli dengan perkembangan sekolah. Orang tua dan guru yang mewakilinya adalah orang yang sangat credible seharusnya dan memang demikian adanya.

Melalui Muskom (Musyawarah Komunitas) itulah Dewan Sekolah periode berikutnya dipilih dan ditunjuk. Siapa mereka? Mereka adalah empat orang terbaik dari guru dan empat orang terpercaya dari orang tua. Setelah itu, berembuk kembali untuk menentukan ketua Dewan Sekolah dengan menunjuk seorang ketua. Jika ketua terpilih adalah wakil dari orang tua kemudian satu wakil orang tua maju mengisi posisinya demikian juga jika terpilih dari guru.

Maka lengkap sudah sembilan anggota Dewan Sekolah yang akan mengawal kegiatan KBM dan Non KBM sekolah. Memastikan guru-guru hebat di kelas-kelas kreatif. Mencarikan sepasang guru sebagai pengganti orang tua di sekolah. Meyakinkan kurikulum berjalan. Membantu safety procedure-nya. Mengalokasikan pembiayaan sekolah agar berjalan sebagaimana mestinya. Membangun kerjasama dengan orang tua bahwa sekolah adalah partner. Men-drive geliat usaha sebagai bahan bakar yang menggerakkan perekonomian sekolah. Mengawal legal aspect agar sekolah punya kekuatan hukum dan lain-lain.

Dewan Sekolah mempunyai tanggung jawab yang luar biasa berat. Tidak heran jika mereka selalu rapat di akhir pekan untuk menuntaskan tanggung jawab dan mendelegasikan kepada Board of Director, (semacam pengurus harian di yayasan). BOD sebagai kepanjangan tangan Dewan Sekolah.

Bukan pekerjaan kecil juga bukan kegiatan yang ringan. Tanpa gaji berharap ridho dan keberkahan Allah SWT. Subhanallah niat tulusnya semoga memberi pahala berlimpah. Aamiin.

Kang Yudha

(Visited 442 times, 11 visits today)

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

One thought on “Namanya Dewan Sekolah

  • June 7, 2017 at 05:30
    Permalink

    Monggo dikementari. Menerima maaukkan nih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.