Bright Ideas

Terlibat menjadi panitia Rakornas IGI di acara GESS (global educational supplies and solutions) memberi warna tersendiri tentang pendidikan terutama dari kacamata umum, khususnya pada masyarakat high class. Apalagi mengikuti seminar dan workshop di setiap sesinya, dijamin pengetahuan tentang sekolah dan pengajarannya lebih terbuka luas.

Pada innovation stage penuh dengan pengajaran berteknologi hingga kelas online. Tidak ketinggalan pembelajaran abad-21 menjadi pusat perhatiannya. Bahwa pendidikan bukan lagi sekadar guru lebih tahu dan siswa mengikuti pengajaran guru, tapi memberi pilihan pendidikan seluas-luasnya pada siswa.

Leadership stream menitikberatkan pada pembangunan kepemimpinan siswa. Hal ini bisa ditemukan pada materi creating a collegial school environment dan materi implementation of child friendly education in schools. Membangun lingkungan sekolah yang bersifat kolegial, di mana sekolah memberi janji pendidikan yang demokratis dan menjadi pendidikan untuk semua. Ada kolaborasi antara siswa dan guru. Guru menjadi model untuk guru lainnya, orang tua, juga siswa.

Sementara edtech in action banyak memberi kemudahan dengan mengacu pada kerja web. Misalnya bagaimana teknologi membantu kerja guru dan sekolah dalam mengumpulkan data dan mengambil kesimpulan. Pembelajaran yang disajikan amat menarik. Misalnya aplikasi android sebagai pembelajaran online, eksplorasi minecraft di kelas, komik digital sebagai alat bercerita yang efektif, dan banyak materi menarik lainnya di panggung ini.

Demikian pula pada future learning membahas pendidikan masa depan dengan seluk beluknya. Misalkan tentang perpustakaan dan bagaimana mengaplikasikan di daerah pedesaan termasuk strategi efektif mempelajari bahasa Inggris. Memanfaatkan IT sebagai sarana pembelajaran di kelas yang lebih hidup.

Seru sekali materi yang disajikan para pembicara andal, baik dari negeri sendiri maupun dari pembicara asing. Ini tahun kedua saya mengikuti GESS. Bagi saya menambah ilmu dan wawasan. Rasanya sayang jika dilewatkan, mengingat dunia pendidikan sangat dinamis. Coba saja bayangkan, materi yang disampaikan pembicaranya begitu berbobot. Jika menjadi peserta di luar acara GESS, tentunya tidak murah. Tiga hari, sejak tanggal 26 sampai dengan 28 September 2018 memberi pencerahan dunia pendidikan pada pemerhatinya. Terutama buat saya yang hanya mengikuti tidak penuh. Tahun depan, saya janji ikut lagi.

Kamu mau?

 

Kang Yudha

Sumber gambar: https://www.gessindonesia.com/downloads-photos-and-videos

(Visited 3 times, 1 visits today)

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.