Berlayar Di Samudra Kepercayaan

Menjadi seorang guru adalah panggilan jiwa. Bagi siapa saja yang telah menasbihkan dirinya dalam pelayaran di samudera kepercayaan. Sebuah perjalanan yang melibatkan sang guru sebagai nahkoda, dan siswa-siswi sebagai penumpangnya.

Seorang nahkoda yang baik tentu akan mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu sebelum melakukan pelayaran. Kompas, jangkar, segala perangkat tentu menjadi kebutuhan penting yang harus dipersiapkan. Dan tentu semuanya akan berjalan baik bila nahkoda juga mempersiapkan mental dalam mengarungi perairan yang luas.

Di sisi lain para penumpang adalah mereka yang sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada sang nahkoda untuk mengemudikan kapalnya. Meletakkan kepercayaan yang utuh bagi nahkoda untuk mengarahkan kapalnya hingga sampai ke tempat tujuan. Tak menjadi masalah bila sesekali penumpang memberikan masukan kepada nahkoda. Begitu pula yang terjadi bila penumpang melakukan kekhilafan, maka menjadi tugas awak kapal untuk memberikan teguran, agar perjalanan bisa lancar seperti yang diharapkan.

Demikian pula halnya dengan kondisi belajar mengajar di kelas. Adalah kepercayaan dan komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan pendidikan siswa siswi di sekolah. Komunikasi yang terjalin atas dasar kepercayaan yang diberikan oleh orang tua siswa kepada guru menjadi bagian yang sangat penting dalam membentuk karakter para siswa di sekolah.

In syaa Allah keberkahan menanti dari setiap komunikasi hati yang terjalin antara guru dan orang tua siswa. Bisa berupa keberkahan pada akhlak putra putrinya menjadi lebih baik, bisa pula dalam bentuk kebaikan yang lain. Keberkahan itu tak selamanya bisa dipetik seketika seperti yang kita harapkan. Bisa jadi Allah menundanya di waktu yang akan datang dengan kebaikan layaknya yang kita panjatkan dalam do’a kita.

 

(Visited 67 times, 2 visits today)

Ratih Nur'aini Lathifah

Seorang ibu rumah tangga biasa yang punya cara menumpahkan ekspresi melalui tulisan. Buku pertamanya dicetak secara indie pada tahun 2010 dengan judul "Kasih Ibu Menembus Batas". Dua tahun kemudian memenangkan lomba Mother award yang diselenggarakan oleh Adfamilia atas naskah yang ditulis dengan judul sama. Bersama temannya menghasilkan 2 buku masing-masing buku parenting dengan judul "Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik untuk Anakku" yang diterbitkan oleh Qutummedia dan buku " Serpihan Kenangan" yang diterbitkan oleh Quanta Elexmedia Computindo. Punya keinginan mencetak penulis-penulis cilik dengan mengisi Pelatihan Penulis anak-anak bersama salah seorang temannya di Sekolah Alam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.