Berharap Kesempatan Kedua

Kami guru-guru Kota Depok yang haus ilmu ingin selalu dilibatkan dalam seminar, diskusi, dan simposium sekelas nasional agar kami tercerahkan dan dapat mengaplikasikan kepada anak calon pemimpin bangsa ini.

Akhirnya saya harus menuliskan kata-kata perpisahan dengan kegiatan Simposium Pendidikan Nasional yang sudah memberikan ruang bertemu dengan guru-guru hebat seluruh Indonesia. Baik pemenang dan finalis Gupres (guru berprestasi nasional), OSN (olimpiade sains nasional), maupun Inobel (lomba inovasi pembelajaran).

Kesan saya asyik juga berbincang dengan guru-guru hebat ini. Rendah hati, ramah, dan tidak sombong. Mungkin karena ilmunya mumpuni, seperti bulir padi. Semakin berisi semakin rendah hati. Saya mendapat pengalaman lagi. Pengalaman tentang nilai-nilai arti kehormatan dan ketidak-angkuhan.

Teman-teman guru Depok meminta saya menuliskan ucapan terima kasih, walaupun kami tahu panitia tidak mengharapkannya. Tidak mengapa, tidak ada salahnya juga ucapan itu kami sampaikan sebagai bentuk terima kasih dan harapan akan kehausan ilmu dari forum semacam ini.

 

Alhamdulillah. Puji syukur kepada Allah SWT yang memberi NIKMAT ILMU sehingga kami, Guru-Guru Pendidikan Dasar Kota Depok mendapat pengetahuan yang sangat bermanfaat. Tidak lupa kepada seluruh Panitia Simposium Pendidikan Nasional yang telah memberi kesempatan belajar kepada kami. Semoga kesempatan itu, masih kami dapatkan kembali pada tahun-tahun berikutnya.

BIARLAH api semangat belajar kami tetap menyala dan JANGAN BIARKAN redup, lenyap, hilang tanpa kesempatan belajar lagi.

Kami yang selalu haus ilmu.

GURU-GURU KOTA DEPOK

 

Benar sekali, bahwa kami menginginkan adanya upgrading dan sharing tentang ilmu-ilmu kependidikan yang lebih advance. Sehingga pengajaran di kelas-kelas belajar lebih efktif dan efisien. Tentu juga didukung oleh dinas pendidikan di kota kami. Bagaimana mungkin kami mengajar dengan HOTS (higher order tinking skill) jika belajar hanya dibatasi ruang kecil saja. Jika siswanya “bludak” dipaksakan masuk di ruang terbatas itu, 40 siswa sekelasnya. Jika hubungan komunikasi dan kerja sama dengan orang tua dianggap selesai. Guru seperti montir dan orang tua layaknya pemilik kendaraan, sekolah menjadi bengkel.

Ketok magic, reparasi, service menjadi istilah yang umum untuk perbaikan barang bukan anak. Anak sebagai makhluk berpotensi super tidak sama dengan benda. Mereka adalah calon leader masa depan. Maka kerja sama semua pihak harus dibangun dan jangan dikerdilkan, termasuk dengan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

Kami guru-guru Kota Depok yang haus ilmu ingin selalu dilibatkan dalam seminar, diskusi, dan simposium sekelas nasional agar kami tercerahkan dan dapat mengaplikasikan kepada anak calon pemimpin bangsa ini. Semoga kami bisa difasilitasi.

 

Kang Yudha

(Visited 27 times, 27 visits today)

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.