Belajar di Kebun

Berkebun sambil belajar adalah aplikasi nyata yang akan teringat sepanjang hayat. Belajar sesungguhnya. Belajar bersama alam. Menghitung tinggi tanaman dan membandingkannya setiap hari adalah proses pertambahan tinggi yang menyenangkan. Apalagi jika dilakukan pada tanamannya. Dua anak mendapat satu tanaman untuk dipelihara dan didata tingginya setiap hari. Apa yang terjadi? Apakah ada perubahan? Kemudian menyimpulkan berdasarkan faktanya. Setidaknya anak belajar prosesnya.

Kebun juga menjadi sarana untuk menghilangkan kejenuhan belajar di kelas. Kebutuhan anak untuk bergerak terfasilitasi. Mengenakan baju ayah. Memakai sepatu boot. Mengambil ‘gembor’ untuk menyiram. Membersihkan sekitar tanaman dari tumbuhan pengganggu. Memberi mulsa jerami untuk menjaga kelembaban. Akhirnya memenuhi materi belajarnya. Mengukur tinggi tanaman.

Belajar di kebun berarti juga anak-anak belajar berbagi. Belajar bersosialisasi. Bergilir menggunakan alat siram. Bersabar melakukan pengamatan. Menjaga kebersihan tanaman. Berbagi tugas merawat tanaman. Siapa ayang membersihkan tumbuhan pengganggu? Siap yang menutup mulsa jerami? Membagi secara adil pekerjaannya.

Berkebun berarti juga anak terbiasa dengan kegiatan memperkuat ketahan fisik. Berpanas-panas. Terbakar matahari. Keringat bercucuran. Aliran darah menjadi lancar. Beberapa anak yang selalu terpapar AC di rumah akan beradaptasi. Tidak lagi mimisan setelah beberapa kali melakukan kegiatan kebun. Fisiknya semakin kuat.

Belajar di kebun menuntun anak belajar kreatif secara tidak sadar. Karena anak-anak akan mengatur kegiatan sendiri asalkan semua rutinitasnya dilakukan.

Yuk kita mulai berkebun.

(Visited 61 times, 3 visits today)

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat: Medan, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Sukabumi, Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi, Lombok, Wamena - Papua, (Keningau - Beaufort - Sipitang - Kundasan - Sandakan) Sabah, dan Melbourne. Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis sebelas buku yaitu Sekolah yang Membebaskan - Antologi cerita komunitas (Kawan Pustaka-2003), Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - Antologi cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015), Alam Terkembang Membawa Kisah (Media Guru-2016), Menggenggam Semangat Siswa Hebat (Kata Depan-2018). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Menjadi Editor Media Guru. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.