Barbeku Bukan Barbeque (Part 2)

Andi: “Wow keren.  Barang bekas menjadi baru. Tapi masih sedikit nih. Kita panjangkan saja pengumpulan barang barbekunya sampai Jum’at besok bagaimana?”

Cintia: “Iya aku setuju. Kalau kita mau jualan barangnya harus banyak nih.”

Ema: “Coba deh besok aku akan kumpulkan baju-baju bekas orang-orang yang ada di rumahku dari ayah, ibu, kakak, dan adikku. Pasti mereka punya baju yang sudah tidak terpakai nih.”

Andi:” Wah, ide bagus Ema. Guys sepulang sekolah nanti tolong tanyakan barang-barang bekas orang-orang yang ada di rumah kalian ya. Untuk nambah-nambah barang jualan Sabtu besok nih.”

Jumatnya,

Boni: “Masya Allah banyak sekali barang yang dikumpulkan Jum’at ini. Wah aku optimis kita akan mendapatkan hasil yang banyak nih. Aceh tunggu kami.”

Cintia:” Oh iya guys, toko mainan omku ternyata tutup. Dan mainan dagangannya diberikan ke kita untuk dijual. Dan semua hasil penjualan untuk kita semua. Ya tapi gitu karena lama di gudang bungkusnya sudah pada coklat karena debu.”

Dina: “Wow. . . Alhamdulillah. Gak apa-apa yang penting mainannya masih bisa berfungsi dengan baik.”

Faiz:” Rizki dari Allah.”

Beberapa jam kemudian.

Ema: “Alhamdulillah selesai juga packing barbeku kita.”

Andi:” Oke bro and sist, barang sudah dipacking dan alhamdulillah banyak pake banget malah. Sabtu siap dijual insya Allah.”

Boni: “Emang kita mau jual barang kita di mana nih? Karena setahuku, kita belum membicarakannya deh.”

Andi:” Oh iya ya. Bagaimana kalau di sekitar sekolah kita dahulu.”

Boni: “Usulku lebih baik kita mencari daerah yang sering orang lewati. Bagaimana kalau di sekitar sekolah kita yang dahulu, Ciganjur. Pertama itu tempat orang-orang lalu lelang, kedua di sekitar daerah itu ada perumahan yang artinya calon pembeli jualan kita.”

Ema: “Aku setuju dengan usulanmu Bon.”

Andi:” Baiklah. Nah kita harus memikirkan mobilisasi barang barbeku kita nih. Lumayan jaraknya.”

Zaid: “Aku siap membawa dari sekolah di mobilku. Tapi gak bisa semua nih karena mobilku kecil.”

Xia:” Biar aku bantu membawa sebagian barang. Kebetulan mobilku lumayan luas belakangnya.”

Vania: “Alhamdulillah solusi datang.  Aku nanti dirumah coba buat pamflet promosi ya.”

Kemil:” Aku akan buat nama toko kita.”

Yuni: “Biasanya kalau di toko baju itu ada baju yang digantung sebagai penarik calon pembeli. Kebetulan ibuku punya gantungan baju banyak nih di rumah. Insyaallah besok akan aku bawa sebagian.”

Alhamdulillah. Seruan semua warga Kelas Lumière menandakan kelegaan hati mereka.  Mereka optimis Barbeku Lumière Sabtu ini akan sukses.

(Visited 22 times, 1 visits today)

Leave a Reply