Asyiknya Belajar Berkebun

Lihat kebunku penuh dengan bunga

Ada yang merah dan ada yang putih

Setiap hari kusiram semua

Mawar melati semuanya indah

Salah satu lagu sepanjang masa yang berjudul “Lihat Kebunku” dan diciptakan oleh Ibu Sud, sangat menginspirasi dalam proses belajar mencintai bumi dan tumbuhan yang Allah ciptakan.

Mendengar kata “berkebun” mendadak aroma alam menjalar dalam aliran darah. Wangi dedaunan pun mendekat tercium pengindraan.

“Siapa tahu, hari ini hari apa?”  tanya Pak guru Zam ketika memimpin kelas pagi itu.

“Aku tahu, hari ini hari Jumat,” jawab beberapa siswa-siswi dengan mengangkat tangannya.

“Ada yang bisa menyebutkan kegiatan setiap hari Jumat itu apa?” lanjut Pak Zam.

“Aku bisa, praktek ibadah,” jawab Hidah.

“Berkebun,” jawab Gani.

“Wah hebat, terima kasih teman-teman, benar sekali kegiatan hari ini adalah berkebun dan praktek ibadah,”

“Asyiiiik, kita mau berkebun,” ujar Asma dengan melompat girang.

“Sebelum kita berkebun, kita berdoa dulu agar Allah menumbuhkan tanaman yang kita tanam ya,” jelas Pak Zam, sekaligus memimpin doa.

Ya, itulah sepenggal kisah ‘celoteh pagi’ aku menyebutnya dari salah satu kelas yag ada di Sekolah Alam Indonesia Cipedak. Anak-anak sangat antusias ketika mengikuti kegiatan berkebun. Topi rimba ataupun topi caping yang dipadu padankan dengan baju ayah dan sepatu bot adalah seragam yang wajib dikenakan ketika berkebun.

Sepetak tanah yang dipagari potongan bambu meghias di deoan kelas. Di dalam pagar tersebut, beberapa tanaman tumbuh subur. Kacang panjang, kangkung, jambu biji, dan daun pandan tumbuh subur.

Berkebun adalah salah satu kurikulum yang ada di ISTC Sekolah Alam Indonesia. Standar kompetensi tersebut adalah memiliki kemampuan mengenal bibit tanaman sayuran, mengenal peralatan, perawatan dan memanen tanaman. Untuk itu, setiap dua pekan sekali (setiap hari Jumat, bergantian dengan kegiatan berternak) anak-anak dapat belajar berkebun. Dari mulai meyiapkan alat, mengolah media tanam, menyebar benih, merawat tanaman dari serangan serangga dan gulma, menyirami dan memberi pupuk, serta memanen hasil tanam dan mengolah menjadi sebuah kudapan yang lezat.

Berkebun adalah satu wujud kita mencintai bumi, mensyukuri nikmat dari-Nya. Karena setiap lembar daun yang tumbuh menebar kebaikan, setiap bunga yang bermekaran menarik  netra turun ke hati, dan setiap buah yang tumbuh mampu menyegarkan dahaga. Apa lagi wajah anak-anak begitu sumringah ketika sedang belajar berkebun, bahagia pun semakin melangit.

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah. Dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang yang bersyukur.

QS. Al A’Raaf ayat 58.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.