Apresiasi

Adna adalah  Anak laki – laki kelas 1 SD yang sangat ekspresif, senang berkomentar, sangat supel dan sangat to the point saat mengingatkan sesuatu hal. Suaranya lantang dan nyaring.

” Bu Diah, lihat ! Ashva merapihkan meja lipat sendiri.” kata Adna yang sedang menyantap bekal makan siang hasil  karya bunda tercintanya.

” Oh iya, Ashva kan anak SD1 Tambora yang shalihah .” kata ku

Ucapanku cukup terdengar ke seantero kelas,  sontak saja membuat seluruh anak- anak di kelas yang sedang menyantap makan siang  melihat Ashva yang sedang merapihkan meja. Tidak hanya mejanya tapi meja yang lainpun ia rapikan. Beberapa anak langsung menghentikan makannya dan bergerak untuk membantu Ashva.

“Bu Diah lihat tuh!. beberapa anak laki membantu Ashva.” Adna mencolekku sambil memintaku untuk melihat ke arah yang ia tunjuk. Ia pun mengkonfirmasi pendapatnya: “ Bu Diah, anak laki- laki juga baik kan.” Sambil tersenyum setengah tertawa aku menganggukan kepala dan berkata:

“Oh iya , anak perempuan dan anak laki – laki kelas 1 Tambora semuanya baik,  shalihah dan shalih

Adna pun tersenyum sambil berteriak lagi :” Eh teman teman  ayo bantu untuk merapikan meja lipat !”. Dan kulihat wajah mungil  Ashva, tak ada perubahan pada air mukanya karena pujian, tetap sama tak terpengaruh dengan pujian dan bantuan temannya.

Itulah Ashva, gadis mungil kelas 1 SD. Saat ku sampaikan kisah ini kepada bundanya Ashva, ia pun menyampaikan: “Ashva tuh emang kadang flat banget, di rumah nampak lebih cuek dibanding adiknya yang tengah. Walau seperti itu  sejak SD1 ini, memang banyak berubah, mulai punya tanggung jawab, semangat belajar, meski yaa khas anak-anak, ya, moody, sholat 5 waktu alhamdulillah tetap dijalankan meski waktu- waktu terberat itu Subuh dan Isya.”

Lain waktu pernah Ashva protes terkait Shalat . “Bunda, Allah ko nyuruh solat Isya sama Subuh sih? ga tau ya aku kan ngantuk”.

Seperti anak anak pada umumnya,  waktu lah yang akan menjawab protes protes kecil seorang anak kecil. Waktu membuat Ashva dan beberapa anak SD 1 memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Apresiasi akan memberikan warna semangat dalam jiwa kompetisinya dalam menjalani kehidupannya.

(Visited 162 times, 4 visits today)
Diah Hutami

Diah Hutami

Bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia tahun 1999. Membaca dan menulis puisi merupakan hiburan tersendiri. Mengamati dan menganalisa serta mengaitkan satu dengan yang lainnya adalah keasyikan dalam sebuah perenungannya. Tahun 2001 menikah dan kini telah dikaruniai 4 orang anak. Tahun 2015 diamanahi menjadi Litbang Sekolah Alam Indonesia.

More Posts

Diah Hutami

Diah Hutami

Bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia tahun 1999. Membaca dan menulis puisi merupakan hiburan tersendiri. Mengamati dan menganalisa serta mengaitkan satu dengan yang lainnya adalah keasyikan dalam sebuah perenungannya. Tahun 2001 menikah dan kini telah dikaruniai 4 orang anak. Tahun 2015 diamanahi menjadi Litbang Sekolah Alam Indonesia.

Leave a Reply