Apa itu Solo Camp?

“Apa bu? Ada solo camp? Oh tidaaaaaaakk” jerit anak kelasku setelah aku umumkan bahwa Matrikulasi tahun ini ditutup dengan adanya kegiatan solo camp.

Aku adalah seorang pengajar di sebuah Sekolah Alam di Jakarta, tepat di Sekolah Alam Indonesia. Kebetulan Allah memberi aku amanah mengajar kelas 7  untuk tahun ini. Bahagia rasanya bertemu dengan anak-anak baru dan yang pasti tingkah laku yang baru dan pastinya berbeda dari anak-anak tahun yang lalu.

Kelas 7 itu adalah kelas awal untuk sekolah menengah tingkat pertama. Dan ini berarti ada perubahan kebiasaan saat di SD menuju SMP. Kebetulan tahun ini di sekolahku anak yang baru berasal dari SD luar(yang bukan dari Sekolah Alam Indonesia) cukup banyak, jadi kamipun mengadakan program Matrikulasi, yaitu pengenalan cara belajar, kegiatan,  dan program  yang akan dilakukan di SMP Sekolah Alam Indonesia, tempat aku mengajar.

Dan akhirnya diadakannya program Matrikulasi Scouting yang salah satu kegiatannya adalah “Solo Camp”.

Solo camp itu adalah tahapan Alam mengenalkan kegiatan survival. Setiap anak akan camping sendiri-sendiri di tempat yang berbeda dengan anak yang lain, dan peralatan yang boleh dibawa hanya ponco, tali pramuka, pluit, Alqur’an dan air minum. Dari kami, selaku guru yang menjadi panitia akan memberi bekal lilin, korek api, dan garam.

Tujuan solo camp diadakan adalah pengenalan terhadap situasi survival, melatih anak untuk mengatasi rasa takut, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT,  dan sebagai mujahadah diri(refleksi diri).

Aturan main di kegiatan solo camp ini adalah setiap siswa akan berada di tempat berbeda dan sendiri, saat ditempatkan siswa itu berdiam diri di tempat tersebut(boleh duduk sambil tilawah/murojaah atau tidur) tapi tidak boleh moving atau berjalan-jalan. Mereka boleh menyiapkan pluit kalau dalam keadaan mau MCK, dan dalam keadaan darurat. Saat pluit berbunyi, maka akan ada guru yang menjemput mengantarkan ke kamar mandi, atau melihat kondisi siswa tersebut.

Kegiatan ini sebelum dilaksanakan ke siswa, Guru lah yang terlebih dahulu menjadi peserta solo camp.

Saat pelaksanaan ke siswa guru juga yang bertugas ronda berkeliling mengawasi setiap siswa. Ini dilakukan setiap 1 jam sekali tujuannya untuk memastikan bahwa siswa dalam keadaan safety.

Bagaimana cerita pengalaman siswa kelas 7 setelah mengikuti solo camp? Hmm… Penasaran???? Tunggu cerita selanjutnya ya……. Seru banget Cerita cerita dari mereka… Seperti apa??? To be continued….  😇

 

(Visited 247 times, 15 visits today)

6 thoughts on “Apa itu Solo Camp?

  • September 7, 2017 at 11:30
    Permalink

    Asyeek…ditunggu sambungannya bu…

    Reply
  • ari
    September 9, 2017 at 18:51
    Permalink

    Mam, sekarang aku tahu solo camp itu apa. Waktu pertamakali diumumin tentang solo camp, aku kira camp di solo, krik..kriiik…

    Ceritanya selalu seru, melawan rasa takut dibawah langit malam, Jazakumullah bapak dan ibu guru hebat

    Reply

Leave a Reply