Angka Kecukupan Piknik

Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan teman-teman guru tentang besarnya tanggung jawab di sekolah yang membuat guru kehabisan energinya. Persiapan mengajar, mendampingi proses belajar, hingga memimpin refleksi belajar sepanjang harinya membutuhkan tenaga dan semangat tingkat tinggi. Apalagi harus berjibaku selama satu semester. Enam bulan atau setara dengan 182 hari. Wow waktu panjang rupanya.

Nah bicara tentang energi, maka ada support energi yang perlu diperhatikan. Tentunya menjaga terus 1.000 watt tetap bersinar. Apakah itu? Hasil diskusi saya menunjuk salah satu kegiatan. Piknik.

Ya, piknik. Piknik memberi wawasan dan kesegaran berpikir. Penyegaran otak merangsang gagasan baru. Menghubungkan kejadian baru tentang pembelajaran yang kondusif, kreatif, dan inovatif. Sehingga ada gairah baru pada anak-anak didik. Aha. Setidaknya satu kata itu bisa terucap bebas dari mulut-mulut pembelajar.

Angka kecukupan piknik menjadi gurauan kami. Setidaknya refresh dari rutinitas. Refresh mendapat ide baru bahkan ‘gila”. Tandanya apa jika berhasil?

Biasanya setelah piknik ada ide-ide liar. Terus diperhalus dalam persiapan kegiatan berikutnya. Prosesnya dievaluasi dilakukan kembali dalam rangka perbaikan. Baru itu namanya mewujudkan tantangan. Jika sudah begini, maka energinya bisa terus memancar tanpa takut redup tiba-tiba.

Pertanyaan berikutnya seberapa banyak piknik dilakukan sehingga angka kecukupannya terpenuhi? Menurut saya ya tergantung banyak faktor. Pertama tingkat kesibukan dari kegiatan yang dilakukan sepanjang harinya. Kedua tingkat kenyamanan kerja dari hubungan fisik antar anggotanya. Ketiga tingkat kreativitas dan inovasi yang akan diaplikasikannya.

Tingkat kesibukan sudah direncanakan dalam program satu semester. Biasanya guru sudah memprediksi waktu-waktu padatnya. Tentu tidak mungkin semua waktunya menjadi padat. Malah terjadi intraproduktif. Kelelahan akut. Kolaps. Merencanakan berapa banyak kegiatan besar yang harus diselenggarakan.

Tingkat kenyamanan sangat penting untuk menjaga semangat. Jangan sampai malah mengganggu hubungan kerja. Baik antar guru, guru – siswa, maupun antar siswa. Kenyamanan yang positif yang melahirkan kualitas kerja yang baik.

Tingkat kreativitas dan inovasi. Biasanya awal-awal setelah piknik muncul ide yang bisa dikreasikan segera. Setelah itu mengalami penurunan tergantung berapa banyak kegiatan yang perlu diciptakan. Sehingga kegiatan selalu baru dan tidak berulang.

Semoga angka kecukupan piknik tercapai. Menyelamatkan semua pihak. Guru – anak – orang tua.

Semoga

 

Kang Yudha

(Visited 5 times, 5 visits today)
Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply