Angka Kecukupan Piknik

Piknik bersama guru-guru di bawah naungan PEGITA (peduli guru kita) sangat menarik. Tidak tanggung-tanggung, mengunjungi lokasi bersejarah di tiga tempat. Museum Nasional, Monumen Nasional, dan Masjid Istiqlal. Memang tempatnya tidak berjauhan tapi lumayan buat orang Indonesia yang tidak terbiasa berjalan kaki.

***

 

Saya merasa terundang untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan PEGITA. Betapa guru-guru perlu piknik. Kabarnya angka kecukupan piknik guru termasuk yang rendah. Kalau mengacu pada data BPS tentang jumlah kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2015-2016, hanya mencapai 260 juta jiwa. Itupun didominasi masyarakat kelas menengah ke atas. Sayang untuk profesi guru tidak ada datanya.

Tentu kelelahan pikiran dan fisik guru semakin berat saja setiap harinya. Mengingat kerja guru bisa mencapai 2.016 jam setahun, dengan asumsi 8 jam kerja reguler selama 21 hari efektif dalam sebulan. Belum lagi ditambah kemacetan jalan raya sehingga membutuhkan waktu rata-rata 2 jam pulang pergi antara rumah-sekolah. Maka dibutuhkan waktu bekerja selama 2.520 jam setahun. Hal ini masih lebih besar dibandingkan Meksiko yang dinobatkan sebagai negara dengan waktu kerja terpanjang di dunia yang mencapai 2.246 jam setahun.

Saya pikir, kegiatan mengunjungi tempat bersejarah untuk guru pasti berdampak positif. Mengurangi kelelahan mengajar. Refleshing sejenak, menikmati senda gurau bersama rekan guru dari sekolah lainnya. Bertukar pengalaman dan bertukar informasi. Meningkatkan kinerja.

Saya juga menikmati suasananya. Apalagi dipandu oleh tour guide andal dari instansi Museum Nasional dan Monumen Nasional. Rasanya mendapat pencerahan kembali. Kalau dulu belajar sejarah dari guru dan buku paket, kini guru belajar mengingat kembali dari penjelasan tour guide-nya.

Saya merasa ada potongan-potongan informasi yang dulu saya tidak peroleh atau lupa. Seperti napak tilas dari kebudayaan batu hingga kebudayaan baru di tahun 45-an. Menarik sekali.

Beberapa guru keletihan menaiki anak-anak tangga yang lumayan jumlahnya. Belum lagi harus menuruninya. Jumlahnya sangat filosofis karena disesuaikan dengan tanggal dan nilai sejarahnya. Berjalan sejak mengitari museum menuju monumen dan berakhir di Masjid Istiqlal, menjadi pengalaman berharga yang tidak mudah dilupakan.

Satu yang paling menarik buat saya, ketika ditantang mempertunjukkan foto selfie di antara tempat bersejarah itu. Kemudian di-upload­ ke alamat web panitia. Lomba yang tidak biasa sebenarnya.

 

Kang Yudha

(Visited 4 times, 4 visits today)
Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

More Posts

Follow Me:
TwitterFacebook

Kang Yudha

Kang Yudha

Menjadi guru Sekolah Alam Indonesia sejak tahun 1999. Telah berbagi materi-materi pendidikan di berbagai tempat (Medan, Palembang, Bengkulu, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi, Lombok, Wamena-Papua, Keningau-Beaufort-Sipitang-Kundasan-Sandakan Sabah, Melbourne). Sejak tahun 2013, mengelola kelas parenting Sekolah Alam Indonesia. Menjadi penggagas komunitas guru menulis (2009). Menjadi penulis delapan buku yaitu Berjuta Bintang di Langit Sekolahku - kumpulan cerita kelas (Audi Grafika-2004), Misteri Bulan, Belajar Sambil Bertualang (Wahyu Media-2006), Menyusuri Sungai, Belajar Sambil Bertuang (Wahyu Media-2006), Smart Games for Kids - (Wahyu Media-2007), Creative Games for Kids (Wahyu Media-2008), Harmony in Tenacity (SAI Publishing-2009), Character Building (ProU-2013), dan Belajar Menjadi Pemimpin (SAI Publishing-2015). Saat ini juga juga aktif di lembaga Ikatan Guru Indonesia Wilayah Depok. Aktivitas lainnya, terlibat lembaga swadaya masyarakat MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik)

Leave a Reply