Anak Berkebutuhan Khusus : Mereka adalah Kita

Pernah dengar istilah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau Special Needs Children? Istilah ini kerap menjadi bagian dari obrolan kita sehari-hari. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan pada salah satu atau lebih aspek perkembangannya, bisa pada perkembangan fisik motorik, atau kognitifnya atau sosial emosinya, atau bisa jadi pada semua aspeknya. Gangguan tersebut membuat mereka terlihat tertinggal dalam sebagian aspek perkembangannya dibandingkan anak lain seusianya. Sehingga mereka memiliki kebutuhan belajar yang spesifik dalam bidang yang berbeda dan tingkatan yang berbeda. Sebutlah Sensory Disorder (Gangguan Indera), Physical Disorder (Gangguan Fisik), Speech & Language Disorder (Gangguan Bicara dan Berbahasa), Mental Retardation (Tuna Grahita), Learning Difficulties Children (Kesulitan Belajar), Attention Deficit Hyperactivity Disorder – ADHD (Gangguan Kurang Perhatian dan Hiperaktifitas), dan Autistic Spectrum Disorder – ASD (Gangguan Spektrum Autisme), merupakan contoh anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Gangguan pada perkembangan tersebut dapat diakibatkan beberapa sebab antara lain adanya kerusakan di otak, kerusakan pada organ indera, atau kerusakan pada system syaraf. Kerusakan tersebut bisa terjadi karena sang ibu mengalami infeksi pada saat kehamilannya, atau adanya cedera pada saat si bayi lahir, atau mengalami cedera pada saat pertumbuhannya, atau mungkin juga diakibatkan factor genetika.

Perbedaan tersebut tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Karena pada dasarnya setiap anak yang Allah SWT ciptakan, memang berbeda, tidak ada yang persis sama. Sikap kita pada perbedaan itu dapat kita samakan sebagaimana kita membedakan manusia ada yang kulit putih, kulit kuning atau kulit hitam; ada yang berambut keriting, berambut lurus, rambut bergelombang; atau ada yang besar dan gemuk, ada juga yang kecil dan kurus, dan perbedaan lain sebagainya.

Anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah akhir dari segalanya. Mereka juga manusia biasa yang akan tumbuh dan berkembang. Mereka akan berkembang optimal apabila mendapatkan stimulasi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhannya serta diakomodir keperluannya. Mereka juga akan berkembang optimal dan pesat jika orang tuanya, keluarga dan semua orang di sekitarnya, menerima mereka apa adanya, mencintai mereka tanpa syarat. Mereka juga seperti kita, memiliki hak yang sama dalam pendidikan yang berkualitas, disesuaikan dengan kebutuhan mereka yang khas. Mereka tidak boleh ditinggal apalagi disisihkan (no children left behind). Karena mereka adalah bagian dari kita juga.

(Visited 110 times, 4 visits today)

Novi

Bergabung di komunitas Sekolah Alam Indonesia sebagai guru sejak tahun 2001. Mendidik telah menjadi pilihan sadar sejak kuliah di jurusan Geo Fisika, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Indonesia. Sering mengekspresikan gagasannya melalui tulisan singkat di masa kuliah melalui Mading, Buletin dan majalah kampus serta social media. Pernah menyusun Buku Super Mentoring, Guru Cinta dan menjadi editor di dalam Buku Character Building (Membangun Jiwa Karakter Kepemimpinan Anak. Selain itu kerap juga membuat lagu untuk pendidikan bagi anak. Terlibat dalam penyusunan tiga album lagu untuk anak bersama Green Voices Sekolah Alam Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.