11/11 Berselimut Dzikir

Jam berputar memoros jarum.
Mengemas salam sapa dengan seutas senyum.
Saling mengikat tali silahturahim.
Dengan cinta yang Allah kirim.

Lihat! Lihatlah! Siapa gerangan yang datang.
Oh…awan hitam datang berbondong-bondong.
Bertebaran menyelimuti tanah Mampang.
Seolah ia tak mau melewati dzikir yang akan berkumandang.

Dengar! Dengarlah! Gemuruh petir hadir menggelegar.
Langitpun mengutus air kesejukan.
Mengguyur hilangkan setiap dahaga.
Membasah penuh makna.

Meski kemuning tak nampak di ujung senja.
Kilauan bintang seolah enggan menyapa.
Dan rembulanpun bersembunyi di singgasana.
Namun, percayalah! Jauh di atas cakrawala ia beriringan dan berhimpun dalam doa.

Di bawah langit yang kian tertutup awan mendung.
Bersenandung syahdu dzikir berkumandang.
Bergemuruh mengguncang di atas tanah lapang.
Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…semakin mengiang.

Malam semakin larut, marilah bergegas membasuh air suci.
Bersujud merapal doa pada Sang Illahi.
Tengadahkan tangan dengan harap nyata dipinta hingga menyentuh kedalam jiwa.
Memohon tanpa jenuh dan mencari sebongkah harapan agar terwujud impian.

Impian..?
Ya, sebuah mimpi!
Mimpi besar yang ingin tercipta di bawah langit Mampang ini.
Memohon keridhoan dari Sang Maha Pemberi.

Yaa Illahi Rabbi….
Masih adakah secerca binar asa untuk kami?
Masih adakah Engkau izinkan kami wujudkan sekolah impian di sini?
Di tanah Mampang ini untuk membangun sebuah peradaban yang islami.

Kini, tak henti-henti hujan mengguyur deras.
Membasah hilangkan kegundahan.
Derik jangkrik dari balik semak belukar semakin bernada.
Desir angin malampun mulai menerpa menyentuh jiwa.

Yaa Illahi Rabbi…
Sesungguhnya Engkau Maha Pemilik Hati.
Kuatkan hati dan langkah meski tertatih-tatih.
Tak peduli meski angin terus menusuk relung.
Tak peduli meski kini telah di penghujung waktu.
Ijinkan kami tetap optimis menyeru kepada detik untuk menyulam mimpi mereda asa.
Mengukir jejak dan mengejar cita penuh cinta pada-Mu.
Sepenuh jiwa raga kami bersujud dan meng-Ilhami kalam-Mu

Di sini! Ya, di sini!
Melukis mimpi agar menjadi nyata.
Di atas tanah merah berdinding rerimbunan hijau daun.
Mengukir sejarah dalam menjemput keridhoan.
Di Depok Mampang terpampang Sekolah Alam Indonesia.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…

 

11/11 akan memjadi saksi terwujudnya sekolah impian yang Allah berikan kepada komunitas Sekolah Alam Indonesia, Aamiin Yaa Rabbal’alamiin…

(Visited 20 times, 20 visits today)
Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

More Posts

Ariyanti Dwiantika

Ariyanti Dwiantika

Alhamdulillah tahun 2014 tepatnya bulan Oktober Allah mengijinkan saya bergabung dengan Sekolah Alam Indonesia sebagai fasilitator. Sebelumnya pernah mengajar di sebuah Sekolah Taman Kanak-kanak Tadika Ash Shofwan selama 7 tahun. Salah satu hal yang membahagiakan adalah di beri kesempatan untuk selalu bercengkrama bersama anak-anak. Karena bersama segudang ilmu bisa kita dapatkan. Hal yang pasti menghampiri kita adalah kematian, saya bercita-cita sebelum kematian menjemput, saya ingin melahirkan tulisan yang akan menjadi salah satu amalan bermanfaat untuk umat. Menyatukan aksara demi aksara agar menjadi bermakna adalah hobi dari dulu hingga kini.

Leave a Reply